<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Program Studi Budidaya Perkebunan</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/4" rel="alternate"/>
<subtitle>BDP</subtitle>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/4</id>
<updated>2026-05-25T18:29:42Z</updated>
<dc:date>2026-05-25T18:29:42Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISA PENGGUNAAN CRANE GRABBER	 DIAFDELING III PT  PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN ADOLINA</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/433" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adiyan, Rizky Fitra</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/433</id>
<updated>2026-05-12T04:06:47Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISA PENGGUNAAN CRANE GRABBER	 DIAFDELING III PT  PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN ADOLINA
Adiyan, Rizky Fitra
Megawati Siahaan; Hardy Wijaya
Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik melalui observasi langsung terhadap parameter seperti spesifikasi alat, tata letak blok panen dan TPH, prestasi kerja, waktu angkut, dan biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak blok panen yang didesain zig-zag serta posisi strategis TPH (TPH 1, 2, dan 3) sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja Crane Grabber. TPH 2 mencatat prestasi terbaik dengan rata-rata kapasitas angkut 3,758 ton/jam dan rata-rata 284 janjang per rotasi. Sementara itu, total biaya operasional Crane Grabber mencapai Rp158.628,60 per jam, terdiri dari biaya tetap dan variabel, seperti bahan bakar, pelumas, dan upah operator.&#13;
&#13;
Penggunaan crane ggrabber terbukti meningkatkan produktivitas, mengurangi restan buah, serta meminimalkan kerusakan buah karena proses angkut yang lebih cepat dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional di dunia perkebunan kelapa sawit.
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KAJIAN BIAYA PANEN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KEBUN TANJUNG GARBUS KSO PT. PERKEBUNAN  NUSANTARA IV REGIONAL 2</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/431" rel="alternate"/>
<author>
<name>Akbar, Ahmad</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/431</id>
<updated>2026-05-04T03:23:01Z</updated>
<published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN BIAYA PANEN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KEBUN TANJUNG GARBUS KSO PT. PERKEBUNAN  NUSANTARA IV REGIONAL 2
Akbar, Ahmad
Habib Prayitno; Saroha Manurung
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tanjung Garbus KSO PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 2. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data yang ada di kebun. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, analisis deskriptif.&#13;
Hasil Penelitian ini menunjukkan total biaya peralatan panen Afdeling 1 ialah sebesar Rp 14.762.500. Dengan penyusutan per bulan sebesar Rp 334.052. Total produksi Afdeling 1 selama 1 tahun sebesar 8.801.700 Kg. Total premi pemanen Afdeling 1 pada semester 1 yaitu sebesar Rp  109.981.385. Total premi pemanen Afdeling 1 pada semester 2 yaitu sebesar Rp 123.359.263. Maka total premi pemanen Afdeling 1 selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 233.340.648. Biaya pengawasan Afdeling 1 selama 1 tahun sebesar Rp 63.964.000. Harga pokok produksi sebesar Rp 145,20 / Kg
</summary>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT TIMBANG DELI INDONESIA</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/430" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nasution, Muhammad Ari</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/430</id>
<updated>2026-05-04T03:14:21Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT TIMBANG DELI INDONESIA
Nasution, Muhammad Ari
Delyana R. Pulungan; Junita Elisabeth
Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan SDM. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan pihak terkait di perusahaan. Pendekatan deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai kondisi pengembangan SDM saat ini di perusahaan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus s.d. Oktober tahun 2024.&#13;
&#13;
Keadaan Sumber Daya Manusia di PT Timbang Deli Indonesia berada pada kuadran I, yang mengarah pada strategi agresif menggunakan kekuatan untuk meraih peluang. Strategi pengembangan SDM mencakup peningkatan pelatihan dan pendampingan teknis, fokus pada keterampilan budidaya modern, pembentukan kelompok kerja, serta peningkatan produktivitas lahan untuk hasil yang optimal dan berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KAJIAN BIAYA PENGENDALIAN GULMA SECARA CHEMIS PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI AFDELING II PT. PERKEBUNAN  NUSANTARA IV REGIONAL II ADOLINA</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/429" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sirait, Imam Theguh</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/429</id>
<updated>2026-05-04T03:08:04Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN BIAYA PENGENDALIAN GULMA SECARA CHEMIS PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI AFDELING II PT. PERKEBUNAN  NUSANTARA IV REGIONAL II ADOLINA
Sirait, Imam Theguh
Dina Arfianti Saragih; Makhrani Sari Ginting
Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling II PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Adolina pada bulan Agustus - Oktober. Data yang diperoleh berupa data aplikasi pengendalian gulma secara kimiawi (biaya alat dan tenaga kerja). Mengumpulkan data RKAP dan data Realisasi penendalian gulma secara kimia tahun 2022 dan 2023.&#13;
Biaya chemis pada TBM 1 seluas 4 ha adalah sebesar Rp 2.098.880 yang terdiri dari biaya upah tenaga kerja dan bahan yang digunakan. Adapun komponen biaya seperti upah tenaga kerja adalah sebesar Rp 354.089 dan biaya chemis piringan dan pasar pikul adalah sebesar Rp 807.000. Biaya chemis pada TBM 2 adalah sebesar Rp 135.120.968. Komponen biaya terdiri dari biaya tenaga kerja sebesar chemis piringan dan pasar pikul sebesar Rp 61.318.487. Biaya tenaga kerja chemis gawangan sebesar Rp 7.116.173 dan biaya penguna herbisida yang terdiri dari 3 jenis yakni dengan bahan aktif glifosat sebesar Rp 58.985.977, metsulindo sebesar Rp 1.035.096 dan bahan aktif sterane Rp&#13;
6.665.235. Biaya chemis pada TBM 3 adalah sebesar Rp 112.209.015 yang terdiri dari komponen biaya tenga kerja sebesar Rp 75.924.030 dan biaya bahan yang terbagi menjadi 4 yakni bahan aktif metsulindo sebesar Rp 1.109.489, bahan aktif glifosat sebesar Rp 30.775.053, bahan aktif Speader sebesar Rp 845.301 dan Starane sebesar Rp 3.555.142.
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
