<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/5" rel="alternate"/>
<subtitle>TPHP</subtitle>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/5</id>
<updated>2026-09-05T09:57:47Z</updated>
<dc:date>2026-09-05T09:57:47Z</dc:date>
<entry>
<title>KAJIAN EFEKTIFITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) UNTUK MENCEGAH PENYAKIT AKIBAT KEBISINGAN PADA STASIUN STERILIZER DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI PKS PAGAR MERBAU PT PERKEBUNAN NUSANTARA II</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/459" rel="alternate"/>
<author>
<name>Bimantoro, Boby Surya</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/459</id>
<updated>2026-08-18T03:06:25Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KAJIAN EFEKTIFITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) UNTUK MENCEGAH PENYAKIT AKIBAT KEBISINGAN PADA STASIUN STERILIZER DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI PKS PAGAR MERBAU PT PERKEBUNAN NUSANTARA II
Bimantoro, Boby Surya
Mahyunis; Budi Mulyara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan pada stasiun sterilizer, diagnosis gangguan pendengaran akibat kebisingan dari hasil pemeriksaan audiometri serta mengetahui efektivitas penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PKS Pagar Merbau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian ini, didapatkan hasil perhitungan tingkat kebisingan selama 24 jam mencapai 94,9 dB. Nilai ini melebihi nilai ambang batas faktor fisik dan kimia di PER.13/MEN/X/2011tentang nilai ambang batas faktor fisik dan kimia di tempat kerja.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH VARIASI TEKANAN 30, 35 DAN 40 BARG HIDRAULIK SCREW PRESS DAN KORELASI DENGAN OIL LOSSES DAN BROKEN NUT</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/458" rel="alternate"/>
<author>
<name>Irawan, Boby</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/458</id>
<updated>2026-08-18T02:49:26Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH VARIASI TEKANAN 30, 35 DAN 40 BARG HIDRAULIK SCREW PRESS DAN KORELASI DENGAN OIL LOSSES DAN BROKEN NUT
Irawan, Boby
Ir. Zulayden Lubis; Ir. Busrizal Faisal
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tekanan yang optimal dalam upaya meminimalisir oil losses dalam ampas dan broken nut dengan melakukan penggujian menggunakan variasi tekanan 30, 35 dan 40 barg hidraulik pada mesin screw press. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 pengulangan dan 3 perlakuan yaitu ekstraksi, sehingga sampel keseluruhan adalah 9. Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan.&#13;
Proses ekstraksi pada penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil persentase pada perlakuan M3 dengan tekanan 40 barg mendapatkan hasil rata-rata 2,26%. Jika dibandingkan perlakuan M3 dengan tekanan 40 barg, maka perlakuan M1 dengan tekanan 40 barg dan M2 dengan tekanan 35 barg mengalami kenaikan oil losses. Namun dari hasil persentase broken nut perlakuan M1 dengan tekanan 30 barg mendapatkan hasil rata-rata broken nut 3,90%, pada perlakuan M2 dengan tekanan 35 barg mendapatkan hasil rata-rata broken nut 4,45% dan pada perlakuan M3 dengan tekanan 40 barg mendapatkan hasil rata-rata 5,18%. Jika dibandingkan perlakuan M1 dengan tekanan 30 barg, maka perlakuan M2 dengan tekanan 35 barg dan M3 dengan tekanan 40 barg mengalami kenaikan broken nut.  Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan mendapatkan hasil persentase oil losses 2,26% (standar norma 4,6%) dan hasil persentase broken nut 5,18% (standar norma 8%) adalah paling efisien.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISA KEHILANGAN PANAS SECARA KONDUKSI PADA SALURAN DISTRIBUSI STEAM (PIPA) DARI BPV KE STERILIZER STUDI KASUS DI PKS BEGERPANG PT. PP LONDON SUMATERA INDONESIA.</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/457" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusuma, Andriansyah</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/457</id>
<updated>2026-08-18T02:35:49Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISA KEHILANGAN PANAS SECARA KONDUKSI PADA SALURAN DISTRIBUSI STEAM (PIPA) DARI BPV KE STERILIZER STUDI KASUS DI PKS BEGERPANG PT. PP LONDON SUMATERA INDONESIA.
Kusuma, Andriansyah
Zulham Effendi; Budi Mulyara
Sistem pembangkit tenaga uap sangat penting bagi industri pengolahan biji kelapa sawit, selain digunakan untuk menghasilkan listrik, juga digunakan dalam proses pengolahan biji kelapa sawit. Pada proses distribusi uap dari ketel uap ke turbin uap terjadi kerugian panas (heat loss) dan kerugian tekanan (head loss) yang diakibatkan perpindahan panas dan juga gesekan pada pipa instalasi uap.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH WAKTU AKTIVASI ADSORBEN DARI ABU BOILER FLY ASH PABRIK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN AKTIVATOR KOH TERHADAP MUTU CPO</title>
<link href="https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/456" rel="alternate"/>
<author>
<name>Harahap, Amanda Ramadhani</name>
</author>
<id>https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/456</id>
<updated>2026-08-18T02:27:46Z</updated>
<published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH WAKTU AKTIVASI ADSORBEN DARI ABU BOILER FLY ASH PABRIK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN AKTIVATOR KOH TERHADAP MUTU CPO
Harahap, Amanda Ramadhani
Heri Purwanto; Dr. Zakwan
Proses aktivasi merupakan hal yang penting diperhatikan disamping bahan baku yang digunakan. Yang dimaksud dengan aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap adsorben yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Daya serap karbon aktif semakin kuat bersamaan dengan meningkatnya konsentrasi dari aktivator yang ditambahkan. Hal ini memberikan pengaruh yang kuat untuk mengikat senyawa-senyawa tar keluar melewati mikro pori-pori dari karbon aktif sehingga permukaan dari karbon aktif tersebut semakin lebar atau luas yang mengakibatkan semakin besar pula daya serap karbon aktif tersebut. Aktivasi abu boiler dengan variasi tersebut terhadap kadar asam lemak bebas diatas memberikan pengaruh hasil yang cukup signifikan berbeda pada setiap antar perlakuan. Perlakuan A didapat hasil asam lemak bebas Crude Palm Oil awal 2,6%, untuk perlakuan B1 mengalami penurunan jika dilihat dari perlakuan A dikarenakan perlakuan B menggunakan abu boiler sebagai adsorben dengan waktu 24 jam, akibatnya sampel B mengalami proses penyerapan asam lemak bebas. Berdasarkan hasil rata-rata perlakuan B1: 0,34%, B2: 0,31%, B3: 0,26%. Dan terlihat kestabilan kadar air yang signifikan, adanya pengaruh perlakuan waktu aktivasi adsorben terhadap kadar air, karena mungkin dilakukannya waktu aktivasi adsorben, dan adanya penambahan adsorben ini juga membantu menyerap kadar air pada CPO.
</summary>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
