| dc.description.abstract | Lahan gambut memiliki potensi tinggi untuk budidaya kelapa sawit, namun juga
menyimpan tantangan besar terutama dalam hal manajemen air. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem manajemen air terhadap
produktivitas kelapa sawit di lahan gambut milik PT. Surya Dumai Agrindo,
Sungai Pakning – Riau. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif
dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi
dokumentasi dari tahun 2023 hingga 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan tinggi muka air tanah (TMA)
sangat menentukan produktivitas tanaman. Tahun 2024 mengalami peningkatan
risiko kekeringan dengan lebih banyak bulan masuk kategori “hati-hati kering”
dan “waspada kering”, berpengaruh terhadap stabilitas hasil produksi. Tanaman
kelapa sawit dengan usia 9–14 tahun tercatat memiliki produktivitas tertinggi.
Pemupukan mengalami peningkatan intensitas di tahun 2024 sebagai respons
terhadap kekeringan, meskipun areal pemupukan sedikit menurun. Selain itu,
perawatan chemis piringan lebih diintensifkan dibandingkan gawangan untuk
mendukung efisiensi penyerapan hara.
Kesimpulannya, sistem manajemen air yang optimal, pemupukan tepat, dan
strategi perawatan terfokus pada zona kritis merupakan kunci utama dalam
menjaga produktivitas kelapa sawit di lahan gambut. Penelitian ini diharapkan
menjadi rujukan bagi penerapan praktik pengelolaan perkebunan yang
berkelanjutan di ekosistem gambut. | en_US |