| dc.description.abstract | Pembibitan kelapa sawit membutuhkan penanganan yang tepat, khususnya dalam
hal penggunaan pupuk. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat
menyebabkan penurunan kesuburan tanah akibat akumulasi residu bahan kimia.
Sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan, pemanfaatan pupuk organik
cair berbahan dasar Urine sapi yang dikombinasikan dengan Azolla sp. dinilai
memiliki potensi dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit secara
berkelanjutan di tahap pembibitan utama. Berdasarkan pertimbangan tersebut,
maka perlu dilakukannya penelitian guna mengevaluasi pengaruh pemberian Pupuk
Organik Cair (POC) berbahan Urine sapi dan Azolla sp. terhadap pertumbuhan
vegetatif bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada tahap pembibitan utama.
Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Institut Teknologi Sawit Indonesia
(ITSI) Medan pada bulan Februari hingga Mei 2025. Rancangan yang digunakan
adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 4 ulangan.
Perlakuan terdiri atas 6 taraf, yaitu: P1 = 0 ml/per bibit, P2 = 50 ml/per bibit, P3 =
100 ml/per bibit, P4 = 150 ml/per bibit, P5 = 200 ml/Per bibit, dan P6 = 250 ml/Per
bibit. Jumlah total sampel sebanyak 72 tanaman, dengan 3 sampel/plot. Data
dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan apabila terdapat pengaruh yang
nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan pada taraf α = 5%. Parameter yang
diamati meliputi kandungan hara POC, tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm),
jumlah daun (helai), panjang akar (cm), volume akar (ml) berat segar akar (g), berat
segar tajuk (g), berat kering akar (g) dan kering tajuk (g).
Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan urine sapi dan Azolla sp. dengan
dosis 200 ml per bibit (P5) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap
jumlah daun (helai) bibit kelapa sawit varietas D × P Simalungun pada 4 Minggu
Setelah Tanam (MST), atau tepatnya 2 Minggu Setelah Aplikasi (MSA), di tahap
pembibitan utama. Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan urine sapi dan
Azolla sp. dengan dosis 200 ml per bibit (P5) menunjukkan pertumbuhan yang
relatif lebih baik pada parameter tinggi tanaman (cm), berat segar akar (g), berat
segar tajuk( g), dan berat kering akar (g). | en_US |