Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Mardiana Wahyuni, Saroha Manurung
dc.contributor.authorSitepu, Nico Sadema
dc.date.accessioned2025-12-19T03:34:52Z
dc.date.available2025-12-19T03:34:52Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/114
dc.description.abstractKelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas unggulan Indonesia yang mendukung perekonomian nasional. Salah satu kendala utama dalam budidayanya adalah gulma, yang dapat menurunkan hasil Tandan Buah Segar (TBS) hingga 80% jika tidak dikendalikan. Pengendalian gulma, terutama secara kimiawi, menjadi penting dalam menunjang produktivitas dan efisiensi operasional kebun. Penelitian ini dilaksanakan di Divisi I Kebun Marike, PT Langkat Nusantara Kepong, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Maret–April 2025. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif, dengan pengumpulan data sekunder meliputi teknik pengendalian gulma, rotasi kerja, dan rincian biaya (alat, bahan, tenaga kerja). Pada metode chemis piringan, biaya per hektar menurun dari Rp 139.834.197 (Rp 75.749) di tahun 2023 menjadi Rp 51.312.185 (Rp 58.776) hingga Juli 2024. Penghematan ini dicapai dengan hanya menggunakan herbisida Prima Up tanpa tambahan Weedsolution dan Spreader seperti tahun sebelumnya. Sementara itu, pada metode chemis gawangan, biaya per hektar juga mengalami penurunan dari Rp 160.371.252 (Rp 78.536) pada tahun 2023 menjadi Rp 96.174.487 (Rp 68.160) hingga Agustus 2024. Penurunan ini disebabkan oleh penyederhanaan penggunaan herbisida, di mana hanya Centalon yang digunakan sepanjang tahun 2024.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101051
dc.subjectKajianen_US
dc.subjectBiayaen_US
dc.subjectDeskriptifen_US
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.titleKAJIAN BIAYA PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI KEBUN MARYKE PT LANGKAT NUSANTARA KEPONGen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record