| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar tandan
kosong kelapa sawit (TKKS) terhadap retensi hara nitrogen pada tanah Inceptisol,
khususnya dalam mengurangi pencucian ion amonium (NH₄⁺) dan nitrat (NO₃⁻)
melalui air perkolasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Institut Teknologi
Sawit Indonesia (ITSI) pada bulan April–Juni 2025 dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari delapan
perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi P0 (tanah tanpa pupuk dan
biochar), P1 (tanah + pupuk), P2 (tanah + pupuk + 5 g biochar), P3 (tanah +
pupuk + 10 g biochar), P4 (tanah + pupuk + 15 g biochar), dan P5 (tanah + pupuk
+ 20 g biochar). Parameter yang diamati meliputi pH tanah, pH air perkolasi,
kadar NH₄⁺, dan NO₃⁻ pada air perkolasi, yang dianalisis menggunakan metode
Kjeldahl dan uji DMRT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar TKKS berpengaruh
nyata terhadap kadar NH₄⁺ dan NO₃⁻ pada air perkolasi. Dosis tinggi (15–20 g)
mampu menekan kehilangan NH₄⁺ secara signifikan, sedangkan dosis rendah–
menengah (5–10 g) cenderung menghasilkan kadar NO₃⁻ yang lebih tinggi akibat
proses nitrifikasi yang optimal namun retensi nitrat belum maksimal. Pemberian
biochar juga memengaruhi pH air perkolasi, di mana dosis tinggi mampu
menetralkan keasaman larutan. Kesimpulannya, aplikasi biochar TKKS
berpotensi mengurangi pencucian nitrogen dan mempertahankan ketersediaan
hara di tanah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi
risiko pencemaran lingkungan. | en_US |