| dc.description.abstract | Tanaman kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi Indonesia, namun
produktivitasnya sering terancam oleh serangan hama. Salah satu metode
pengendalian hama yang digunakan adalah perangkap cahaya (light trap). Namun,
penggunaan genset sebagai sumber listrik untuk light trap dinilai kurang efisien
dari segi biaya, mobilitas, dan perawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan inovasi alat Light Trap SPOP (Solar Power Plant) yang
menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi dalam upaya pengendalian hama
di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Bukit Lima, dengan harapan
dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama, mengurangi biaya operasional,
serta mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih ramah lingkungan.
Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling I PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II
Kebun Bukit Lima, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada bulan September
2024 hingga Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka, studi lapangan, dan dokumentasi.
Tahapan penelitian meliputi pembuatan desain alat, fabrikasi, perakitan, uji fungsi
alat, hingga analisis data hasil pengujian. Data yang dikumpulkan mencakup durasi
ketahanan alat saat menyalakan lampu, durasi pengisian daya aki, jenis hama yang
terperangkap, kemudahan mobilisasi alat, serta biaya pembuatan alat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat Light Trap SPOP mampu memperangkap
tiga jenis hama utama kelapa sawit, yaitu Oryctes rhinoceros, Metisa plana, dan
Mahasena corbetti. Alat ini mampu mengoperasikan empat lampu 20 watt selama
2–4 jam setiap malam dan pengisian aki memerlukan waktu 1,3 hingga 1,9 hari.
Dari segi mobilitas, Light Trap SPOP lebih mudah dipindahkan dibandingkan
dengan alat berbasis genset, cukup menggunakan sepeda motor. Selain itu,
penggunaan tenaga surya membuat alat ini lebih ekonomis karena tidak
memerlukan bahan bakar dan biaya perawatan yang tinggi, sehingga mendukung
efisiensi biaya dan ramah lingkungan dalam operasional perkebunan. | en_US |