Show simple item record

dc.contributor.authorOasis, Pande Sudi
dc.date.accessioned2025-12-19T03:47:31Z
dc.date.available2025-12-19T03:47:31Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/121
dc.description.abstractTanaman kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi Indonesia, namun produktivitasnya sering terancam oleh serangan hama. Salah satu metode pengendalian hama yang digunakan adalah perangkap cahaya (light trap). Namun, penggunaan genset sebagai sumber listrik untuk light trap dinilai kurang efisien dari segi biaya, mobilitas, dan perawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi alat Light Trap SPOP (Solar Power Plant) yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi dalam upaya pengendalian hama di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Bukit Lima, dengan harapan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama, mengurangi biaya operasional, serta mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling I PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Bukit Lima, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada bulan September 2024 hingga Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka, studi lapangan, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pembuatan desain alat, fabrikasi, perakitan, uji fungsi alat, hingga analisis data hasil pengujian. Data yang dikumpulkan mencakup durasi ketahanan alat saat menyalakan lampu, durasi pengisian daya aki, jenis hama yang terperangkap, kemudahan mobilisasi alat, serta biaya pembuatan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat Light Trap SPOP mampu memperangkap tiga jenis hama utama kelapa sawit, yaitu Oryctes rhinoceros, Metisa plana, dan Mahasena corbetti. Alat ini mampu mengoperasikan empat lampu 20 watt selama 2–4 jam setiap malam dan pengisian aki memerlukan waktu 1,3 hingga 1,9 hari. Dari segi mobilitas, Light Trap SPOP lebih mudah dipindahkan dibandingkan dengan alat berbasis genset, cukup menggunakan sepeda motor. Selain itu, penggunaan tenaga surya membuat alat ini lebih ekonomis karena tidak memerlukan bahan bakar dan biaya perawatan yang tinggi, sehingga mendukung efisiensi biaya dan ramah lingkungan dalam operasional perkebunan.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101087
dc.subjectInovasien_US
dc.subjectLight Trapen_US
dc.subjectSolar Power Planten_US
dc.subjectHamaen_US
dc.titleINOVASI ALAT LIGHT TRAP SPOP (SOLAR POWER PLANT) DALAM PENGENDALIAN HAMA PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN BUKIT LIMAen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record