Show simple item record

dc.contributor.authorTambunan, Riadi Ramadhan
dc.date.accessioned2025-12-22T02:22:28Z
dc.date.available2025-12-22T02:22:28Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/137
dc.description.abstractPanen merupakan salah satu tahap paling menentukan dalam proses produksi kelapa sawit karena berpengaruh langsung terhadap kuantitas dan kualitas hasil. Kinerja pemanen menjadi faktor penting dalam pencapaian produktivitas yang optimal. Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan menerapkan sistem premi sebagai bentuk penghargaan atas kinerja yang baik, serta sistem denda sebagai sanksi atas pelanggaran yang dilakukan selama proses panen. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengevaluasi implementasi premi dan denda panen terhadap kinerja pemanen, agar dapat dijadikan dasar kebijakan yang lebih tepat dan terarah dalam pengelolaan tenaga kerja panen. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN IV Regional I Kebun Gunung Para pada bulan Mei hingga Juni 2025. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh populasi pemanen yang berjumlah 27 orang dijadikan sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Data yang dianalisis meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan pengisian angket oleh para pemanen, yang selanjutnya diuji melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), regresi linear berganda, uji t (parsial), serta uji koefisien determinasi (R²). Sementara itu, data sekunder berupa catatan premi dan denda bulanan serta data absensi pemanen sejak Januari 2024 hingga Juni 2025 digunakan sebagai data pendukung dalam analisis. Sistem premi dan denda panen di PTPN IV Kebun Gunung Para telah mengikuti SOP perusahaan (SE No. MBT/SE12/2018), yang menetapkan standar basis panen, premi TBS dan brondolan, serta sanksi. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa premi panen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemanen (sig. 0,812 > 0,05; t hitung 0,240 < t tabel 2,060), sedangkan denda panen berpengaruh signifikan terhadap kinerja (sig. 0,000 < 0,05; t hitung 9,803 > t tabel 2,060). Ini menunjukkan bahwa sistem hukuman (denda) lebih efektif dalam mendorong kinerja dibandingkan sistem penghargaan (premi).en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101157
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.subjectPremi dan Denda Panenen_US
dc.subjectKinerjaen_US
dc.subjectTandan Buah Segar (TBS)en_US
dc.titleIMPLEMENTASI PREMI DAN DENDA PANEN TERHADAP KINERJA PEMANEN PTPN IV REGIONAL I KEBUN GUNUNG PARAen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record