| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan di PPKS Marihat, Simalungun, Sumatera Utara, pada
Februari hingga Juni 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh
pupuk briket terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit di fase Main
Nursery serta mengevaluasi efisiensi biaya dan tenaga kerja dibandingkan
pemupukan konvensional. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk briket berpengaruh nyata
terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kehijauan daun,
berat akar, berat tajuk, dan luas daun, terutama mulai minggu ke-10 setelah tanam.
Pupuk briket dengan interval pemberian setiap 1,5 bulan menunjukkan
pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 43,79 cm, diameter
batang 3,14 cm, jumlah daun 9 helai, dan nilai kehijauan daun mencapai 56,44 unit
SPAD. Berat kering tajuk dan akar juga meningkat signifikan, menunjukkan
efisiensi penyerapan nutrisi yang lebih baik. Dari sisi ekonomi, penggunaan pupuk
briket lebih efisien dibanding pupuk konvensional. Total biaya pupuk briket hanya
Rp29.400.000 per hektar per tahun, dengan biaya tenaga kerja Rp1.000.000, jauh
lebih rendah dibandingkan kombinasi NPK Mg dan Kieserite yang memerlukan
Rp41.760.000 untuk pupuk dan Rp4.200.000 untuk tenaga kerja. Hal ini disebabkan
oleh frekuensi aplikasi yang lebih rendah dan kandungan hara yang telah lengkap
dalam satu formulasi. pupuk briket terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan
vegetatif bibit kelapa sawit dan memberikan efisiensi dalam penggunaan biaya dan
tenaga kerja. Teknologi pemupukan ini direkomendasikan sebagai alternatif yang
lebih praktis, efisien, dan ramah lingkungan dalam kegiatan pembibitan kelapa
sawit. | en_US |