| dc.description.abstract | enyakit karat daun (Cephaleuros virescens) merupakan salah satu gangguan utama pada
tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas akibat terganggunya proses
fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap
perkembangan dan penyebaran penyakit karat daun pada tanaman kelapa sawit
menghasilkan di Blok U Afdeling I Kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV.
Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif
dengan teknik Purposive Sampling pada 25 pokok sampel yang menunjukkan gejala
serangan. Parameter yang diamati meliputi curah hujan, jumlah konidium yang tertangkap,
tingkat keparahan, dan kejadian penyakit. Curah hujan diukur menggunakan ombrometer,
sedangkan spora diamati menggunakan alat spora trap dan mikroskop di laboratorium.
Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi sederhana, regresi berganda, dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan penyakit karat daun cenderung
meningkat seiring dengan kenaikan curah hujan dari bulan Maret hingga Mei. Keparahan
penyakit berkisar antara 0,19-0,89%, sedangkan kejadian penyakit antara 50-73%.
Penangkapan konidium tertinggi terjadi pada kondisi curah hujan rendah hingga sedang.
Meskipun demikian, hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih kecil
daripada F tabel, sehingga curah hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap
perkembangan maupun penyebaran penyakit. Hal ini berbeda dengan beberapa literatur
yang melaporkan bahwa curah hujan tinggi dapat mempercepat perkembangan dan
penyebaran penyakit karat daun. Perbedaan hasil ini diduga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan lain seperti suhu, kelembapan, intensitas cahaya, serta kondisi kanopi tanaman. | en_US |