| dc.description.abstract | Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman dari subsektor perkebunan yang memiliki
nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan salah satu penyumbang pendapatan negara.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sekarang ini menjadi
primadona perkebunan di seluruh dunia dan berpotensi untuk menaikkan kesejahteraan
bagi pekebun. Pengaruh POC sabut kelapa sebagai sumber kalium terhadap vegetatif
bibit kelapa sawit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perlakuan kombinasi
kalium organik dan anorganik terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit
kelapa sawit di main nursery. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak
Kelompok non factorial dengan 4 perlakuan yaitu K0 (tanpa POC), K1(POC Sabut
kelapa 150 ml/polybag), K2 (pupuk NPKMg 15-15-6-4 dosis 25 g dan POC sabut
kelapa 75 ml/polybag) dan K3(pupuk NPKMg 15-15-6-4 25 g dan POC sabut
kelapa 150 ml/polybag). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm),
diameter tanaman (mm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm), berat Basah akar
(g), berat basah tajuk (g), berat kering akar (g), berat kering tajuk (g). Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk organik cair (POC) sabut kelapa
mengandung unsur hara kalium yang bermanfaat dalam meningkatkan
pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery.Pemberian POC SAKE
(Sabut Kelapa) secara mandiri maupun dikombinasikan dengan pupuk NPK
menunjukkan pengaruh terhadap parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman,
jumlah daun, panjang akar, volume akar, dan bobot tajuk serta akar. Aplikasi POC
sabut kelapa mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, terutama pada
perlakuan kombinasi POC 100 ml + NPK. Kombinasi perlakuan POC SAKE dan
frekuensi penyiraman yang optimal mampu meningkatkan pertumbuhan bibit
kelapa sawit secara signifikan, khususnya pada bibit yang rentan terhadap
kekeringan seperti varietas AVROS. | en_US |