| dc.description.abstract | Produksi tanaman merupakan output penting pada perusahaan kelapa sawit yang dapat dikelola dengan baik untuk mencapai produksi yang optimal, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi antara lain tanah, pupuk, tenaga kerja, luas lahan, curah hujan dan umur tanaman. Salah satu faktor yang menyebabkan keragaman pada hasil produksi adalah topografi, yang mempengaruhi perbedaan potensi produksi, kehilangan produksi (losses) dan kondisi tanah.
Penelitian ini dilakukan di PT. Siringo-Ringo, yang terletak di kec. Rantau Utara, kab. Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan untuk memperoleh data primer, dengan mengamati jumlah tandan, losses berondolan, pH tanah dan top soil tanah dari ke 3 topografi yaitu, topografi datar 0-80, miring 8-150 dan curam 15-300. Tiap topografi diambil 6 titik sampel jadi total titik sampel sebanyak 18 titik, pada masing-masing titik sampel seluas -+ 1 ha, dari setiap hektaran diambil pohon sampel sebanyak 14 pohon jadi total pohon yang diteliti sebanyak 252 pohon dengan kriteria varietas dan tahun tanam yang sama, yaitu DxP Dami Mas dengan tahun tanam 2016. Data pengamatan diolah menggunakan RAK non faktorial.
Pada hasil pengamatan produksi dengan topografi berbanding tidak nyata pada tabel pengamatan sensus BBC (Black Bunch Count) diperoleh hasil rata-rata jumlah tandan pada topografi datar (T0) sebesar 77,3 tandan/ha, pada topografi miring(T1) sebesar 72,3 tandan/ha dan topografi curam (T2) sebesar 70,3 tandan/ha, jadi pada tabel pengamatan diperoleh hasil yang tidak berbeda jauh maka dapat disimpulkan topografi tidak begitu berpengaruh terhadap produksi di PT. Siringo-Ringo. | en_US |