| dc.description.abstract | Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat menurunkan produktivitas kelapa sawit dengan bersaing memperebutkan air, cahaya, dan unsur hara. Keberadaan gulma yang tidak terkendali dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan hingga menurunnya hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan struktur vegetasi gulma serta menentukan jenis gulma yang dominan pada perkebunan kelapa sawit.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Praktek Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada tanggal 18–22 Maret 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengamatan vegetasi di plot berukuran 1x1 meter. Parameter yang diamati meliputi kerapatan, frekuensi, dan indeks nilai penting (INP).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis gulma dari empat famili berbeda, yaitu Asystasia gangetica, Paspalum scrobiculatum, Dryopteris cristata, dan Cyperus brevifolius. Gulma yang paling dominan adalah Asystasia gangetica dengan nilai INP sebesar 78,0%. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian gulma berdasarkan jenis yang mendominasi agar lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. | en_US |