| dc.description.abstract | Pengendalian secara chemis merupakan perawatan pengendalian gulma dengan
menggunakan metode penyemprotan dengan herbisida. Pengendalian secara
manual seperti menarik, memotong dengan menggunakan cangkul, dan merusak
gulma, dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa beberapa gulma invasif
pada populasi gulma yang relatif kecil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan dalam pengendalian gulma secara chemis dan secara manual pada
tanaman menghasilkan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.).
Penelitian dilaksanakan di Kebun Aek Batu PT. Herfinta Farm & Plantation,
Perkebunan ini terletak di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu
Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan Juni
sampai Agustus 2023. Penelitian dilaksanakan dengan cara mengambil dan
mengumpulkan data sekunder tentang biaya perawatan, khususnya biaya
pengendalian gulma secara chemis dan manual selama periode tahun 2020, 2021,
dan 2022. Data hasil pengamatan dianalisa dengan Metode Penelitian Deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan selama pengendalian
gulma secara chemis pada tahun 2020, 2021 dan 2022 dengan masing-masing
biaya yang dikeluarkan selama pengendalian gulma secara chemis pada tahun
2020, 2021 dan 2022 yaitu : Total biaya bahan dan Hk 2020 yaitu Rp.
103.932.042 dan biaya per HA yaitu Rp 67,613. Total biaya bahan dan Hk 2021
yaitu Rp. 87.131.021 dan biaya per HA yaitu Rp. 66,396. Total biaya bahan dan
Hk 2022 yaitu Rp. 88.500.730 dan biaya per HA yaitu Rp. 75,202.
Biaya yang dikeluarkan selama pengendalian gulma secara manual pada tahun
2020, 2021 dan 2022 yaitu :Total biaya bahan dan Hk 2020 yaitu Rp. 145.596.000
dan biaya per HA yaitu Rp. 156,121. Total biaya bahan dan Hk 2021 yaitu Rp
146.520.000 dan biaya per HA yaitu Rp. 159,580. Total biaya bahan dan Hk 2022
yaitu Rp. 137.412.000 dan biaya per HA yaitu Rp. 143,107. | en_US |