Show simple item record

dc.contributor.authorHutabarat, Novri Kurniawan
dc.date.accessioned2026-01-06T04:07:20Z
dc.date.available2026-01-06T04:07:20Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/237
dc.description.abstractPerkembangan industri yang bergerak maju dengan pesat akan menuntut penyediaan energi yang cukup besar pula, terlebih lagi pada negara negara berkembang. Hal ini mengakibatkan dunia usaha saling bersaing untuk meningkatkan produktivitas baik dari segi sumber daya manusia, waktu maupun dari segi produksinya. Semua peningkatan itu memerlukan tingkat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang lebih tinggi. Oleh karena itu peranan K3 semakin penting. Faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting atau boleh dikatakan kebutuhan pokok dari setiap perusahaan atau industri, bahkan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi industri– industri besar pada saat ini, dengan sasaran agar keselamatan kerja menjadi perhatian utama setiap karyawan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kebun Lama PT. Perkebunan Nusantara I Kota Langsa Provinsi Aceh. Waktu penelitian, mulai dari bulan September – November 2023. Metode yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif Kualitatif. Metode pengambilan sampel diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pemanen Kebun Lama PT. Perkebunan Nusantara I dengan total sampel 45 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 tahapan pekerjaan yang diteliti pada kegiatan panen kelapa sawit yaitu Persiapan Alat Panen, Pemotongan pelepah sawit, Pemotongan tandan buah kelapa sawit, Pemotongan pelepah menjadi dua bagian, Pengumpulan pelepah kegawangan mati, Pemotongan tangkai tandan sawit, Pengutipan brondolan, Pengambilan buah menggunakan gancu untuk diangkat keatas kereta sorong. Berdasarkan hasil analisis identifikasi HIRA (Hazard Identification Risk Assessment) dari 8 tahapan pekerjaan yang diteliti didapatkan 13 potensi bahaya dan risiko yang teridentifikasi. Dan penilaian risiko sebelum dan setelah dilakukan rekomendasi pengendalian mengalami penurunan. Pada pekerjaan panen sebelum dilakukan rekomendasi pengendalian memiliki 0 % extreme, 7,69 % high risk, 61,54 % mederate risk dan 30,77 % low risk. Setelah dilakukan rekomendasi pengendalian menjadi 0% extreme, 0% high risk, 7,69 % moderate risk dan 92,31 % low risk. Dan rekomendasi pengendalian yang diberikan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat pelindung diri.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;1901067
dc.subjectPotensi Bahayaen_US
dc.subjectK3en_US
dc.subjectKaryawan Panenen_US
dc.titleIDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA DAN UPAYA PENCEGAHAN PADA KARYAWAN PANEN KELAPA SAWIT DI KEBUN LAMA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA Ien_US
dc.typeSkripsien_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record