Show simple item record

dc.contributor.authorFerdika, Willy Aldian
dc.date.accessioned2026-01-06T04:37:16Z
dc.date.available2026-01-06T04:37:16Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/247
dc.description.abstractBudidaya tanaman kelapa sawit sering sekali mengalami gangguan serangan hama, khususnya hama O. rhinoceros. Pengaruh dari serangan tersebut mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan mengalami kerusakan. Salah satu cara pengendalian hama O. rhinoceros adalah pengendalian secara mekanis yaitu menggunakan perangkap nanas dan nira aren. Untuk itu, perlu diketahui efektivitas penggunaan bahan tersebut pada perangkap O. rhinoceros. Penelitian ini dilaksanakan pada TBM kelapa sawit di Kebun Tanjung Beringin PT. Langkat Nusantara Kepong Kabupaten Langkat. Pada bulan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)nonfaktorial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan perangkap nira aren dan nanas berpengaruh nyata terhadap hama O. rhinoceros yang terperangkap, tertinggi O.rhinoceros yang terperangkap pada pengamatan 4 – 28 HSA adalah pada perlakuan A3 (Aren 150 ml) terhadap rataan dengan jumlah 9,89 ekor. pada perlakuan A8 (nanas 200 gr) terhadap rataan dengan jumlah 11,71 ekor. Perlakuan perangkap nira aren dan nanas berpengaruh nyata terhadap hama O. rhinoceros jantan dan betina yang terperangkap, O. rhinoceros jantan adalah 41,32 ekor. Sedangkan pada betina hama O.rhinoceros yang terperangkap adalah 26,36 ekor.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;1901077
dc.subjectNira Arenen_US
dc.subjectNanasen_US
dc.subjectO. rhinocerosen_US
dc.titleEFEKTIVITAS PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L.) DENGAN MENGGUNAKAN NANAS TRAP (Ananas comosus) DAN NIRA TRAP (Arenga pinnata Merr) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONGen_US
dc.typeSkripsien_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record