Show simple item record

dc.contributor.authorRizaldi, Fahrur
dc.date.accessioned2026-01-07T02:34:19Z
dc.date.available2026-01-07T02:34:19Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/290
dc.description.abstractKelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak nabati utama di dunia. Kelapa sawit tumbuh baik pada kondisi curah hujan 1250-2500 mm/tahun yang merata sepanjang tahun dan tedapat bulan kering ≤ 3 bulan. Berdasarkan hal ini Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui dengan kondisi iklim yang tidak stabil beberapa tahun ke belakang yang mempengaruhi curah hujan, hari hujan dan defisit air dapat berdampak dalam hasil produksi. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit di Desa Sei Aek Pancur, Kecamatan Tanjung Morawa. Waktu penelitian di laksanakan selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan analisis yang digunakan regresi linier dan uji korelasi menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curah hujan merupakan faktor paling berpengaruh dibandingkan faktor yang lainnya dalam menentukan produksi kedepannya. Berdasarkan hasil analisa, curah hujan paling berpengaruh terhadap produksi 21 bulan sebelum tandan buah matang fisiologis dengan berkorelasi positif sebesar (R) 0,869 (86%) dengan nilai regresi Y=729,86+2,412x.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;1801220
dc.subjectCurah Hujanen_US
dc.subjectHari Hujanen_US
dc.subjectDefisiten_US
dc.subjectProduksien_US
dc.titleKAJIAN CURAH HUJAN, HARI HUJAN, DAN DEFISIT AIR TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT TANAMAN MENGHASILKAN (TM13) DI DESA SEI AEK PANCUR, KECAMATAN TANJUNG MORAWAen_US
dc.typeSkripsien_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record