| dc.description.abstract | Gulma merupakan hal terpenting dalam pemeliharaan tanaman kelapa sawit, gulma
senduduk bulu (Clidemia hirta) adalah gulma yang sangat berbahaya dan memiliki
kemampuan sangat kuat dalam menyerap unsur hara dari dalam tanah sehingga
dapat lebih cepat menyebar dan mengganggu pertumbuhan pada tanaman utama.
Selain itu, gulma senduduk bulu (Clidemia hirta) termasuk gulma yang paling
mendominasi dalam perkebunan kelapa sawit, pada areal lahan mineral.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi campuran herbisida glifosate
dan fermentasi air kelapa yang paling efektif untuk mengendalikan gulma senduduk
bulu (Clidemia hirta). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 5 perlakuan dan 5
ulangan, parameternya untuk mengetahui tingkat keracunan pada gulma secara
visual seminggu sekali, selama 30 hari setelah aplikasi dengan scoring atau taksiran
persentase.
Hasil penelitian bahwa konsentrasi campuran Herbisida Glifosate 50 ml dan
Fermentasi Air Kelapa 400 ml + 14 L air (0,3%), diketahui hasil tingkat kematian
gulma senduduk bulu (Clidemia hirta) dengan nilai kematian 78,18%. | en_US |