Show simple item record

dc.contributor.authorPardede, Fadel Muhammad Ramadhan
dc.date.accessioned2025-12-18T03:31:23Z
dc.date.available2025-12-18T03:31:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/74
dc.description.abstractPada pembibitan utama tanaman kelapa sawit menghadapi sejumlah masalah, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Akibatnya, untuk meningkatkan kualitas pembibitan utama, diperlukan solusi yang efisien dan ramah lingkungan. Rebung bambu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena mengandung C organik dan giberelin yang tinggi serta unsur hara yang cukup lengkap yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Meskipun demikian, kandungan hara dalam pupuk organik cair ini diperkirakan belum mencukupi kebutuhan nutrisi bibit kelapa sawit pada tahap pembibitan utama. Oleh karena itu, diperlukan kombinasi antara pupuk organik cair dan pupuk anorganik, khususnya pupuk majemuk, untuk menunjang pertumbuhan bibit secara optimal. Penelitian ini dilakukan di lahan penelitian Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan februari s/d mei 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelomok (RAK) faktorial, dengan perlakuan pertama adalah dosis POC rebung bambu (A) terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (0 ml/polibag), A1 (100 ml/polibag), A2 (200 ml/polibag), A3 (300 ml/polibag); perlakuan kedua adalah dosis pupuk NPK 16-16-16 (P) dengan 4 taraf yaitu P0 (0 gr/polibag), P1 (5 gr/polibag), P2 (7,5 gr/polibag), dan P3 (10 gr/polibag) sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan; jumlah ulangan yang digunakan adalah 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC rebung bambu tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan dosis pupuk NPK 16-16-16 berpengaruh signifikan pada parameter diameter batang, jumlah daun, berat basah akar, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk dengan dosis terbaik adalah P2 yaitu 7,5 gr/ polibag. Perlakuan interaksi antara dosis POC rebung bambu (A) dan pupuk NPK 16-16-16 (P) berpengaruh signifikan pada parameter jumlah daun dan berat basah tajuk.en_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101137
dc.subjectPembibitanen_US
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.subjectPOC Rebung Bambuen_US
dc.subjectNPK 16-16-16en_US
dc.titlePENGARUH POC REBUNG BAMBU DAN PUPUK NPK 16-16-16 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT(Elaeis guineensis Jacq.) DI PEMBIBITAN UTAMAen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record