Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Guntoro, Ingrid Ovie Yosephine
dc.contributor.authorAditia, Muhammad Dimas
dc.date.accessioned2025-12-19T02:49:56Z
dc.date.available2025-12-19T02:49:56Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/100
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap perkembangan penyakit bercak daun (Curvularia sp.) pada tanaman kelapa sawit. Penyakit ini merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit, khususnya pada fase pembibitan. Intensitas cahaya matahari diketahui memengaruhi kelembaban mikro dan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada ketahanan tanaman terhadap serangan patogen. Penelitian dilakukan di Afdeling II PTPN IV Kebun Adolina, dengan metode survei dan pengambilan sampel di lapangan serta uji laboratorium. Pengamatan dilakukan selama tiga bulan dari Maret hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin rendah intensitas cahaya, kejadian dan keparahan penyakit cenderung meningkat. Penyebaran konidium juga lebih aktif pada area yang teduh dan lembap. Uji statistik menggunakan SPSS membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas cahaya dan parameter penyakit. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pengelolaan lingkungan mikro budidaya kelapa sawit. Pengaturan cahaya matahari dapat dijadikan strategi mitigasi dalam mengendalikan penyakit Curvularia sp. secara ekologis dan berkelanjutan.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101082
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.subjectIntensitas Cahaya Mataharien_US
dc.subjectCurvularia spen_US
dc.subjectKeparahan Penyakiten_US
dc.subjectKonidiumen_US
dc.titleANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BERCAK DAUN (Curvularia sp.) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record