| dc.description.abstract | Polinasi atau penyerbuakan merupakan proses pemindahan serbuk sari dari kepala sari
ke stigma yang menjadi langkah awal reproduksi tumbuhan, termasuk kelapa sawit. Polen
diperoleh dari bunga jantan yang sedang anthesis, yang ditandai dengan warna kuning
muda dan aroma adas yang kuat. Secara konvensional, polen diperoleh dengan
menggoyangkan bunga jantan dalam kantong plastik, kemudian disaring untuk
membersihkannya dari kotoran. Seiring perkembangan teknologi, metode manual
mulai ditinggalkan dan beralih ke penggunaan mesin, salah satunya adalah
prototipe pollen trashing machine.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pollen trashing machine (serbuk
bunga jantan anthesis) kelapa sawit, dengan mempertimbangkan aspek ergonomi.
Metode pelaksanaan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah menyusun
tahapan kegiatan dalam bentuk diagram alir, dengan tujuan agar tindakan yang
dilakukan lebih terarah dan terkontrol serta sebagai pedoman pelaksanaan tugas
akhir agar target yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian dilaksanakan di
Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Sumatera Utara.
Waktu penelitian mulai pertengahan Juli 2024 sampai dengan Oktober 2024.
Dari hasil penelitian Mesin perontok polen ini memiliki dimensi 128 cm × 50 cm ×
120 cm dan menggunakan bahan bakar solar. Dilengkapi lapisan akrilik bening di
bagian atas, alat ini memberikan perlindungan sekaligus memungkinkan
pemantauan proses tanpa membuka penutup. Mobilitas alat cukup baik berkat roda,
meskipun lebih optimal di medan datar. Hasil pengujian menunjukkan kinerja
perontokan yang efektif, namun masih ditemukan kebisingan dan kendala
operasional. Oleh karena itu, penyempurnaan tetap diperlukan untuk meningkatkan
kenyamanan dan efisiensi penggunaan. | en_US |