| dc.description.abstract | Kelapa sawit merupakan komoditas strategis dengan kontribusi besar terhadap
produksi minyak nabati nasional. Efisiensi panen menjadi faktor penting dalam
menjaga produktivitas dan rendemen, terutama melalui penetapan kriteria matang
panen yang tepat. Kesalahan panen, seperti memanen buah mentah atau terlalu
matang, dapat menyebabkan kerugian hasil (losses) akibat berondolan tidak
terkutip. Penentuan kematangan berdasarkan jumlah berondolan dan umur tanaman
menjadi indikator penting dalam sistem panen. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan menganalisis kriteria matang panen TBS pada lahan berbukit di Kebun
Basilam Divisi II PT. Langkat Nusantara Kepong guna mendukung panen optimal
dan meminimalkan kehilangan produksi.
Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Kebun Basilam PT. Langkat Nusantara
Kepong (LNK). Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d Mei 2025.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menerangkan sesuai pengamatan
yang relavan pada penelitian ini, dengan mengamati fraksi panen pada lahan
berbukit tanaman kelapa sawit.
Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan panen TBS di lahan berbukit Kebun
Basilam Divisi II tergolong cukup efektif, dengan fraksi matang mencapai 74,94%.
Namun, masih ditemukan kesalahan panen sebesar 25,06% dari buah mentah dan
lewat matang. Tanaman tahun tanam 2012 menunjukkan produktivitas terbaik
berdasarkan nilai fruit set tinggi (89–93,28%), meskipun fruit to bunch masih
rendah. Faktor umur tanaman dan kondisi lingkungan berpengaruh nyata terhadap
kualitas dan hasil panen. | en_US |