PENGARUH SUHU TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PENYEBARAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
Abstract
Penyakit bercak daun (Curvularia sp) merupakan salah satu masalah utama pada kelapa
sawit TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) karena dapat menghambat pertumbuhan
melalui gangguan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu terhadap
perkembangan dan penyebaran penyakit pada tanaman kelapa sawit TBM 2 di Blok A23
Afdeling II Kebun Adolina PT Perkebunan Nusantara IV selama Maret-Mei 2025. Metode
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Parameter
pengamatan meliputi suhu udara, jumlah konidium yang tertangkap menggunakan spore trap, tingkat keparahan, dan kejadian penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perkembangan penyakit terjadi pada suhu 27-30 C, sedangkan penyebaran konidium terjadi pada suhu 27-30 o C. Keparahan penyakit berkisar antara 5,14-27,04% dengan rata-rata 13,02%, sedangkan kejadian penyakit berkisar antara 25-69%. Ada korelasi erat antara suhu, keparahan penyakit, dan penangkapan konidium. Suhu tinggi kelembapan rendah, keparahan penyakit menurun dan penangkapan konidium menurun. Suhu rendah kelembapan tinggi,
keparahan penyakit tinggi dan penangkapan konidium tinggi. Dengan demikian, suhu
berperan penting dalam dinamika penyakit melalui pengaruh terhadap viabilitas spora,
tingkat infeksi, dan kondisi mikroklimat pada tanaman kelapa sawit.
