Show simple item record

dc.contributor.advisorSakiah, Saroha Manurung
dc.contributor.authorKurniawan, Phah Rizal
dc.date.accessioned2025-12-19T03:53:10Z
dc.date.available2025-12-19T03:53:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/123
dc.description.abstractPenyerbukan bunga atau yang sering disebut dengan istilah pollinasi merupakan proses pemindahan polen (serbuk sari) dari bunga jantan ke bunga betina. Perontokan polen pada perkebunan swasta maupun nasional umumnya masih dilakukan secara manual hal dinilai masih memiliki kelamahan karna dengan tenaga manusia dan gerakan pengguncangan yang tidak konstan menyebabkan jumlah polen yang terlepas dari spiklet tidak optimal, oleh sebab itu perlu diciptakan sebuah alat untuk memaksimalkan jumlah polen guna mendukung proses Assisted Pollination (aspol) dan Hatch & carry. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe mesin perontok polen (serbuk bunga jantan anthesis) kelapa sawit. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah menyusun tahapan kegiatan dalam bentuk diagram alir, dengan tujuan agar tindakan yang dilakukan lebih terarah dan terkontrol serta sebagai pedoman pelaksanaan tugas akhir agar target yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian mulai pertengahan Juli 2024 sampai dengan Oktober 2024. Dari hasil penelitian ini membandingkan metode manual dan dua mesin prototipe dalam perontokan polen kelapa sawit. Metode mesin protipe 2 menghasilkan polen terbanyak (18,76) tetapi dengan berat kotoran (5,07 g), sedangkan prototipe 1 dan manual lebih bersih dengan berat kotoran 4,82 g dan 3,73 g. Prototipe 1 memiliki persentasi polen mati (12,35 %) dan persentasi hidup nya (87,6%), pada prototipe 2 persentasi polen mati (13,73 %) dan persentasi polen hidup nya (86,2 %) sedang kan manual memilik perssentasi polen mati(16 %) dan persentasi polen hidup (83,8%), sementara viabilitas polen tetap tinggi pada semua metode (≥87,6%). Mesin perontok terbukti lebih efisien dalam menghasilkan polen bersih dengan viabilitas optimal, menjadikannya alternatif yang lebih baik untuk penyerbukan kelapa sawit.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101088
dc.subjectPenyerbukanen_US
dc.subjectViabilitasen_US
dc.subjectPolenen_US
dc.titleUJI MUTU POLEN HASIL PERONTOKAN MANUAL DAN MEKANIS SKALA LABORATORIUMen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record