• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    UJI MUTU POLEN HASIL PERONTOKAN MANUAL DAN MEKANIS SKALA LABORATORIUM

    Thumbnail
    View/Open
    Phah Rizal Kurniawan BDP_sudah.pdf (1.868Mb)
    Date
    2025
    Author
    Kurniawan, Phah Rizal
    Pembimbing
    Sakiah, Saroha Manurung
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penyerbukan bunga atau yang sering disebut dengan istilah pollinasi merupakan proses pemindahan polen (serbuk sari) dari bunga jantan ke bunga betina. Perontokan polen pada perkebunan swasta maupun nasional umumnya masih dilakukan secara manual hal dinilai masih memiliki kelamahan karna dengan tenaga manusia dan gerakan pengguncangan yang tidak konstan menyebabkan jumlah polen yang terlepas dari spiklet tidak optimal, oleh sebab itu perlu diciptakan sebuah alat untuk memaksimalkan jumlah polen guna mendukung proses Assisted Pollination (aspol) dan Hatch & carry. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe mesin perontok polen (serbuk bunga jantan anthesis) kelapa sawit. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah menyusun tahapan kegiatan dalam bentuk diagram alir, dengan tujuan agar tindakan yang dilakukan lebih terarah dan terkontrol serta sebagai pedoman pelaksanaan tugas akhir agar target yang diharapkan dapat tercapai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian mulai pertengahan Juli 2024 sampai dengan Oktober 2024. Dari hasil penelitian ini membandingkan metode manual dan dua mesin prototipe dalam perontokan polen kelapa sawit. Metode mesin protipe 2 menghasilkan polen terbanyak (18,76) tetapi dengan berat kotoran (5,07 g), sedangkan prototipe 1 dan manual lebih bersih dengan berat kotoran 4,82 g dan 3,73 g. Prototipe 1 memiliki persentasi polen mati (12,35 %) dan persentasi hidup nya (87,6%), pada prototipe 2 persentasi polen mati (13,73 %) dan persentasi polen hidup nya (86,2 %) sedang kan manual memilik perssentasi polen mati(16 %) dan persentasi polen hidup (83,8%), sementara viabilitas polen tetap tinggi pada semua metode (≥87,6%). Mesin perontok terbukti lebih efisien dalam menghasilkan polen bersih dengan viabilitas optimal, menjadikannya alternatif yang lebih baik untuk penyerbukan kelapa sawit.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/123
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI