KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA MALAM (NOKTURNAL) DI KEBUN KELAPA SAWIT TINJOWAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II
View/ Open
Date
2025Author
Rohman, Abdul
Pembimbing
Sulthon Parinduri, Muhammad Yusuf Dibisono
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam suatu ekosistem, serangga dapat memberikan kontribusi terhadap kehidupan
manusia, termasuk peran yang mereka mainkan dalam ekosistem pertanian
(agroekosistem) yang diusahakan manusia. Serangga melakukan berbagai peran
penting, seperti hama, penyerbuk atau polinator, predator atau parasitoid Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga dan menetukan indeks
keanekaragaman serangga malam (nokturnal) di PT. Perkebunan Nusantara IV
Regional II Kebun Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Penelitian ini menekankan pentingnya keanekaragaman serangga malam
(nokturnal) sebagai indikator kesehatan ekosistem di perkebunan kelapa sawit.
Penelitian dilaksanakan di Afdling 1 kebun Tinjowan PT. Perkebunan Nusantara
IV Regional II, Kec. Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2025, dengan
metode Deskriptif Kuantitatif dan teknik purposive sampling menggunakan
perangkap cahaya (light trap) selama 8 hari. Luas lahan yang diambil sampel adalah
30 ha, dengan 5 stasiun pengambilan sampel dan garis transek 10 meter dari depan,
belakang, kiri, kanan, dan tengah. Di setiap stasiun pengambilan sampel diletakkan
3 perangkap cahaya (Light trap), yang dilakukan berulang selama 4 hari.
Berdasarkan hasil penelitian di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Tinjowan
Afdeling 1, teridentifikasi 9 ordo serangga malam (nokturnal) termasuk Orthoptera,
Mantodea, Blattodea, Nauroptera, Odonata, Lepidoptera, Coleoptera, Hemiptera,
dan Diptera. Ordo Orthoptera mendominasi dengan spesies Velarifictorus micado
(92 individu) dan Melanoplus bivittatus (82 individu). Total serangga yang
tertangkap mencapai 407 individu. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener H’
menunjukkan serangga di Afdeling 1 kebun Tinjowan PT. Perkebunan Nusantara
IV regional II dengan nilai 2,24, sesuai dengan ketetapan mengindikasikan
keanekaragaman serangga nokturnal tergolong sedang.
