ANALISIS VEGETASI GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA LAHAN GAMBUT DAN LAHAN MINERAL
Abstract
Salah satu kendala budidaya kelapa sawit adalah gulma. Apalagi di Indonesia yang
termasuk daerah tropis, dengan iklim yang sangat mendukung pertumbuhan
tanaman dan gulma. Pengelolaan perkebunan merupakan investasi jangka panjang
yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Mencapai pertumbuhan dan produksi
tanaman yang baik memerlukan perawatan tanaman yang intensif, termasuk
pemupukan dengan dosis dan interval waktu yang tepat, pengendalian hama dan
penyakit tanaman, serta pengendalian gulma.
Penelitian ini dilaksanakan di afdeling 1 kebun ajamu PTPN IV dan afdeling 5
kebun Panai Jaya. Penelitian dimulai di bulan Februari sampai bulan Maret 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gulma yang dominan dan
keanekaragaman gulma pada 2 jenis lahan yang berbeda yaitu lahan gambut dan
lahan mineral serta mengetahui karakteristik gulma. Penelitian dilakukan dengan
Observasi langsung dengan metode Purposive sampling. Berdasarkan hasil
pengamatan vegetasi gulma pada perkebunan kelapa sawit lahan gambut dan lahan
mineral, maka dapat disimpulkan bahwa, jenis gulma yang dominan pada lahan
gambut yaitu Nephrolepis biserrata dengan INP 73,86%. Pada lahan mineral yang
dominan yaitu Ottochloa nodosa dengan INP 56,49%. Keanekaragaman jenis
gulma pada lahan gambut yaitu 14 jenis gulma dengan total individu 996 gulma.
Pada lahan mineral memiliki keanekaragaman yang lebih tinggi yaitu 26 jenis
gulma dan dengan total individu 4722 gulma. Karakteristik gulma pada lahan
gambut yaitu berdaun lebar dan paku-pakuan dan pada lahan mineral karakteristik
gulma yang di temukan yaitu berdaun sempit dan rerumputan.
