Show simple item record

dc.contributor.advisorMakhrani Sari Ginting, Dr. Wagino
dc.contributor.authorPurba, Yohana Kezia
dc.date.accessioned2025-12-22T04:04:13Z
dc.date.available2025-12-22T04:04:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/154
dc.description.abstractKelapa sawit ( Elaeis guineensis jacq ) merupakan komoditi utama dalam industri perkebunan Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit adalah proses penyerbukan yang optimal, yang bergantung pada keberadaan serangga penyerbuk, khususnya Elaeidobius kamerunicus. Populasi serangga ini di pengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk varietas tanaman dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi imago, larva, dan telur Elaeidobius kamerunicus pada dua varietas kelapa sawit, yaitu DxP Marihat Simalungun dan DxP Socfindo Y, serta pada dua tahun tanam yang berbeda, yaitu 2010 dan 2016. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung di Kebun Adolina, PTPN IV, pada bunga jantan kelapa sawit yang sedang anthesis. Data dianalisis dengan uji t untuk membandingkan perbedaan populasi antar varietas dan tahun tanam. Populasi imago Elaeidobius kamerunicus berbeda nyata antar varietas dan umur tanaman. Pada tahun tanam 2016, varietas DxP Socfindo Y memiliki populasi imago tertinggi yaitu 16.188 ekor/ha sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun 12.542 ekor/ha, sedangkan pada tahun tanam 2010 imago lebih tinggi pada varietas DxP Marihat Simalungun dengan 15.352 ekor/ha sedangankan varietas DxP Socfindo Y 12.008 ekor/ha. Populasi larva dan telur Elaeidobius kamerunicus juga bervariasi antar varietas dan tahun tanam. Pada tahun tanam 2010, jumlah larva pada DxP Socfindo Y 19.783 ekor/ha lebih tinggi daripada varietas DxP Marihat Simalungun 12.196 ekor/ha, sementara pada tahun tanam 2016 larvanya dengan rata-rata 16–17 ribu ekor/ha. Populasi telur lebih tinggi pada varietas DxP Socfindo Y 456,5 butir/ha di tahun tanam 2010 dan 453,7 butir/ha di tahun tanam 2016 sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun 308,7 butir/ha ditahun tanam 2010 dan 351,5 butir/ha ditahun tanam 2016.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;2101190
dc.subjectElaeidobius kamerunicusen_US
dc.subjectVarietasen_US
dc.subjectSerangga Penyerbuken_US
dc.titlePOPULASI SERANGGA PENYERBUK (Elaeidobius kamerunicus) BERDASARKAN VARIETAS DAN TAHUN TANAM KELAPA SAWITen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record