| dc.description.abstract | Kelapa sawit ( Elaeis guineensis jacq ) merupakan komoditi utama dalam industri
perkebunan Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian
nasional. Salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit
adalah proses penyerbukan yang optimal, yang bergantung pada keberadaan
serangga penyerbuk, khususnya Elaeidobius kamerunicus. Populasi serangga ini di
pengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk varietas tanaman dan kondisi lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi imago, larva, dan telur
Elaeidobius kamerunicus pada dua varietas kelapa sawit, yaitu DxP Marihat
Simalungun dan DxP Socfindo Y, serta pada dua tahun tanam yang berbeda, yaitu
2010 dan 2016. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui
pengamatan langsung di Kebun Adolina, PTPN IV, pada bunga jantan kelapa sawit
yang sedang anthesis. Data dianalisis dengan uji t untuk membandingkan perbedaan
populasi antar varietas dan tahun tanam.
Populasi imago Elaeidobius kamerunicus berbeda nyata antar varietas dan umur
tanaman. Pada tahun tanam 2016, varietas DxP Socfindo Y memiliki populasi
imago tertinggi yaitu 16.188 ekor/ha sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun
12.542 ekor/ha, sedangkan pada tahun tanam 2010 imago lebih tinggi pada varietas
DxP Marihat Simalungun dengan 15.352 ekor/ha sedangankan varietas DxP
Socfindo Y 12.008 ekor/ha. Populasi larva dan telur Elaeidobius kamerunicus juga
bervariasi antar varietas dan tahun tanam. Pada tahun tanam 2010, jumlah larva
pada DxP Socfindo Y 19.783 ekor/ha lebih tinggi daripada varietas DxP Marihat
Simalungun 12.196 ekor/ha, sementara pada tahun tanam 2016 larvanya dengan
rata-rata 16–17 ribu ekor/ha. Populasi telur lebih tinggi pada varietas DxP Socfindo
Y 456,5 butir/ha di tahun tanam 2010 dan 453,7 butir/ha di tahun tanam 2016
sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun 308,7 butir/ha ditahun tanam 2010
dan 351,5 butir/ha ditahun tanam 2016. | en_US |