• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    POPULASI SERANGGA PENYERBUK (Elaeidobius kamerunicus) BERDASARKAN VARIETAS DAN TAHUN TANAM KELAPA SAWIT

    Thumbnail
    View/Open
    Yohana Kezia Purba BDP_sudah.pdf (2.627Mb)
    Date
    2025
    Author
    Purba, Yohana Kezia
    Pembimbing
    Makhrani Sari Ginting, Dr. Wagino
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kelapa sawit ( Elaeis guineensis jacq ) merupakan komoditi utama dalam industri perkebunan Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit adalah proses penyerbukan yang optimal, yang bergantung pada keberadaan serangga penyerbuk, khususnya Elaeidobius kamerunicus. Populasi serangga ini di pengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk varietas tanaman dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi imago, larva, dan telur Elaeidobius kamerunicus pada dua varietas kelapa sawit, yaitu DxP Marihat Simalungun dan DxP Socfindo Y, serta pada dua tahun tanam yang berbeda, yaitu 2010 dan 2016. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung di Kebun Adolina, PTPN IV, pada bunga jantan kelapa sawit yang sedang anthesis. Data dianalisis dengan uji t untuk membandingkan perbedaan populasi antar varietas dan tahun tanam. Populasi imago Elaeidobius kamerunicus berbeda nyata antar varietas dan umur tanaman. Pada tahun tanam 2016, varietas DxP Socfindo Y memiliki populasi imago tertinggi yaitu 16.188 ekor/ha sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun 12.542 ekor/ha, sedangkan pada tahun tanam 2010 imago lebih tinggi pada varietas DxP Marihat Simalungun dengan 15.352 ekor/ha sedangankan varietas DxP Socfindo Y 12.008 ekor/ha. Populasi larva dan telur Elaeidobius kamerunicus juga bervariasi antar varietas dan tahun tanam. Pada tahun tanam 2010, jumlah larva pada DxP Socfindo Y 19.783 ekor/ha lebih tinggi daripada varietas DxP Marihat Simalungun 12.196 ekor/ha, sementara pada tahun tanam 2016 larvanya dengan rata-rata 16–17 ribu ekor/ha. Populasi telur lebih tinggi pada varietas DxP Socfindo Y 456,5 butir/ha di tahun tanam 2010 dan 453,7 butir/ha di tahun tanam 2016 sedangkan varietas DxP Marihat Simalungun 308,7 butir/ha ditahun tanam 2010 dan 351,5 butir/ha ditahun tanam 2016.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/154
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI