| dc.description.abstract | Hama Oryctes rhinoceros dapat merusak titik tumbuh dan kematian pada tanaman
kelapa sawit. Metode pengendalian yang umum digunakan masih memiliki
keterbatasan efektivitas serta menimbulkan potensi dampak negatif terhadap
lingkungan. Sebagai alternatif, buah nanas mulai dimanfaatkan sebagai feromon
alami mampu menarik hama secara spesifik. Namun, efektivitas feromon nanas
tersebut dapat ditingkatkan dengan penambahan pencahayaan dari lampu tenaga
surya, mengingat intensitas aktivitas kumbang tanduk yang meningkat pada malam
hari. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai kombinasi berbagai olahan
buah nanas dan variasi daya lampu tenaga surya sebagai strategi pengendalian hama
yang efisien dan ramah lingkunga.
Penelitian dilaksanakan di areal TBM Kebun Gunung Para PTPN IV Regional 1,
pada bulan April-Mei 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I adalah
perlakuan nanas dengan berbagai bentuk olahan 500 gram dengan 4 taraf: N0 =
tanpa nanas, N1 = nanas diblender, N2 = sari nanas dan N3 = nanas dipotongpotong. Faktor II adalah penggunaan lampu tenaga surya yang terdiri dari beberapa daya watt lampu dengan 4 taraf: L0 = tanpa lampu, L1 = 50 watt, L2 = 100 watt, dan L3 = 200 watt.
Perlakuan bentuk olahan nanas dan berbagai daya lampu tenaga surya berpengaruh signifikan terhadap jumlah Oryctes rhinoceros yang terperangkap, di mana olahan nanas yang diblender (N1) dan lampu tenaga surya 200 watt (L3) masing-masing menunjukkan hasil tangkapan tertinggi. Interaksi antara keduanya juga signifikan, dengan kombinasi N1L3 secara konsisten menghasilkan jumlah tangkapan terbanyak selama masa pengamatan. | en_US |