| dc.description.abstract | Kualitas minyak kelapa sawit, yang ditentukan oleh tingkat kematangan Tandan
Buah Segar (TBS), melibatkan parameter seperti asam lemak bebas (FFA), kadar
air, dan kadar kotoran. Tingkat kematangan buah, mulai dari mentah, matang,
hingga lewat matang, memengaruhi rendemen minyak, kadar air, dan kandungan
kotoran, serta senyawa seperti tokoferol dan beta-karoten. FFA yang meningkat
akibat oksidasi dan hidrolisis berbanding lurus dengan kematangan buah, di mana
standar maksimalnya adalah 5%. Namun, tantangan baru dalam pasar global adalah
mitigasi kontaminan seperti 3-MCPDEdan GE, yang bersifat toksik dan
karsinogenik, karena terbentuknya senyawa ini dipengaruhi oleh keberadaan klorin
dalam minyak mentah. Penelitian ini dilaksanakan di Lab Proses dan Mutu
Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan yang dilaksanakan pada bulan Agustus –
Desember 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL
(Rancangan Acak Lengkap) Non Faktorial. Dengan menggunakan 4 perlakuan
variasi kematangan dengan parameter Kadar Asam Lemak Bebas, Kadar Air, Kadar
Kotoran dan Rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kematangan
buah berpengaruh sangat nyata terhadap parameter mutu. Analisa asam lemak
bebas terendah di P1 yaitu sebesar 2,014%, analisa kadar air terendah di P3 yaitu
sebesar 0,219%, analisa kadar kotoran terendah di P1 yaitu sebesar 0,028%, dan
untuk analisa rendemen terendah ada di P2 yaitu sebesar 17%. | en_US |