ANALISIS HUBUNGAN SUHU UDARA TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT KARAT DAUN (Cephaleuros virescens Kutzing) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN (Elaeis guineensis Jacq)
View/ Open
Date
2025Author
Pranata, Adi
Pembimbing
Dr. Guntoro,
Ingrid Ovie Yosephine
Metadata
Show full item recordAbstract
enyakit adalah salah satu penghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman
kelapa sawit. Penyakit dapat berkembang optimal dengan kondisi lingkungan yang
mendukung. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan
penyakit karat daun adalah suhu. Suhu yang tinggi akan mendukung pertumbuhan
dan perkembangan penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis
hubungan suhu terhadap perkembangan penyakit karat daun (Cephaleuros
virescens) pada tanaman kelapa sawit menghasilkan (Elaeis guineensis Jacq.).
Penelitian ini dilakukukan di Afdeling I PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II
Kebun Adolina dan Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Kelas II
Kualanamu. Penelitian ini dilaksanakan pada periode bulan Februari sampai dengan
bulan Mei 2025. Dengan metode survei visual dan petak kuadrat untuk
pengambilan sampelnya terhadap 25 sampel pokok tanaman yang terinfeksi dan
hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Parameter yang diamati meliputi data suhu,
jumlah spora, keparahan penyakit dan kejadian penyakit.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan suhu udara siang dan malam
dengan perkembangan penyakit karat daun, peningkatan spora, kejadian penyakit
dan Tingkat keparahan penyakit. Dari hasil uji asumsi klasik dan juga regresi
berganda menunjukkan bahwa suhu udara memiliki hubungan yang postif terhadap
keparahan penyakit karat daun. Dengan adanya temuan ini diharapkan menjadi
acuan bagi pengelola perkebunan dalam merancang langkah preventif dan
pengendalian lebih efektif guna menjaga Kesehatan tanaman kelapa sawit.
