| dc.description.abstract | ahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam masih mendominasi
kebutuhan energi global. Namun, sifatnya yang tidak terbarukan serta dampak
lingkungan yang ditimbulkan, seperti emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara,
mendorong perlunya pengembangan sumber energi alternatif yang lebih ramah
lingkungan dan berkelanjutan. Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan
yang tengah dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian
ini dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2025 di Laboratorium Terpadu, Institut
Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Metode yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu massa nutrisi
(3 g, 4 g, dan 5 g) dan rasio urea:NPK (3:1, 1:1, dan 1:3. Data dianalisis
menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), dilanjutkan Uji Jarak Duncan pada
taraf signifikansi 5% jika terdapat perbedaan nyata. Parameter yang diamati
meliputi kadar bioetanol, densitas, rendemen, dan pH akhir fermentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Variasi massa nutrisi urea dan NPK memberikan
pengaruh signifikan terhadap hasil fermentasi nira kelapa sawit, dengan massa 5
gram menghasilkan kadar bioetanol tertinggi. Rasio nutrisi urea:NPK sebesar 3:1
merupakan kombinasi paling optimal dalam mendukung aktivitas fermentasi oleh
Saccharomyces cerevisiae. Nutrisi urea memberikan kontribusi yang lebih dominan
dibandingkan NPK dalam meningkatkan hasil fermentasi, menunjukkan
efektivitasnya sebagai sumber nitrogen untuk menunjang pertumbuhan dan
metabolisme Saccharomyces cerevisiae dalam proses produksi bioetanol. | en_US |