| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin Ripple mill dengan menerapkan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) melalui metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Pabrik Kelapa Sawit Dolok Ilir. Permasalahan yang dihadapi berupa seringnya kerusakan mesin, penurunan kecepatan produksi, serta tingginya jumlah produk cacat, yang berdampak pada menurunnya produktivitas dan meningkatnya biaya perawatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari catatan operasional perusahaan. Evaluasi dilakukan terhadap tiga parameter utama OEE: Availability, Performance, dan Quality, serta dilengkapi dengan analisis Six Big Losses untuk mengidentifikasi sumber kerugian waktu produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE selama Januari hingga Maret 2025 mencapai 96,53%, yang melebihi standar kelas dunia (≥85%). Availability Rate sebesar 96,69%, Performance Rate sebesar 99,84%, dan Quality Rate sebesar 100%. Terdapat empat kerugian berdasarkan analisis Six Big Losses adalah Equipment Failure Losses (69,75), Idling and Minor Stoppage (18,48%), Set Up and Adjusment Losses (8,16), dan Reduce Speed Losses (3,61). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa mesin Ripple mill secara keseluruhan beroperasi sangat efektif, namun masih terdapat peluang perbaikan khususnya dalam mengurangai kerusakan mesin. Rekomendasi mencakup peningkatan perawatan komponen, kalibrasi berkala, dan pelatihan operator. Pendekatan berbasis TPM dan analisis Pareto terbukti efektif dalam mengarahkan upaya peningkatan berkelanjutan. | en_US |