PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PENYIRAMAN AIR OTOMATIS TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PRE NURSERY
Abstract
Dalam kegiatan pembibitan kelapa sawit, terdapat sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serta penanganan yang tepat. Salah satu permasalahan tersebut adalah penyiraman air yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan gembor, sehingga menyebabkan distribusi air yang tidak merata dan pemberian dosis air yang tidak sesuai kebutuhan tanaman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem penyiraman air otomatis yang memanfaatkan stopkontak dengan timer digital, pompa air akuarium, dan alat pengatur keluaran air (emitter). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu penyiraman air otomatis terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pre nursery.
Penelitian ini dilaksanakan di area Rumah Kaca Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan empat ulangan. Faktor perlakuan pertama (D) adalah dosis air dalam sistem penyiraman otomatis, yang terdiri dari tiga taraf: D₁ = 200 ml/hari, D₂ = 400 ml/hari, dan D₃ = 600 ml/hari. Faktor perlakuan kedua (W) adalah waktu penyiraman otomatis, juga dengan tiga taraf: W₁ = 20 menit/hari, W₂ = 30 menit/hari, dan W₃ = 40 menit/hari.Total jumlah tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 72 tanaman, dengan sampel dua tanaman per plot percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi: tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm), berat basah akar (g), berat basah tajuk (g), berat kering akar (g), berat kering tajuk (g).
Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan dosis penyiraman air secara otomatis memberikan pengaruh yang signifikan pada parameter berat kering tajuk. Perlakuan waktu penyiraman air secara otomatis juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, berat basah akar, berat kering akar dan berat kering tajuk. Selain itu interaksi kombinasi dosis dan waktu penyiraman air otomatis tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keseluruhan parameter yang diamati.
