ANALISA VEGETASI GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) GENERASI KEEMPAT
Abstract
Gulma merupakan salah satu faktor penentu produksi pada tanaman
budidaya kelapa sawit. Peningkatan produktivitas kelapa sawit ini harus
dipertahankan dengan cara melakukan pemeliharaan terhadap tanaman
kelapa sawit, salah satunya yaitu dengan adanya pengelolaan gulma yang
tepat. Penelitian dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara IV, Kebun
Adolina, Regional II, Afdeling II. Waktu penelitian dilaksanakan pada
tanggal 24 Juni 2024 – 19 Agustus 2024. Gulma dengan INP tertinggi di
TMB adalah Cyperus brevifolius sebesar 697,48. Terbesae kedua adalah
Alternanthena sessilis sebesar 575,88 dan terbesar ketiga adalah Ocimum
africanum sebesar 379,64. Gulma dengan INP tertinggi pada TM Muda
adalah Microstegium vimineum sebesar 1899,11. Terbesar kedua adalah
Alternanthena sessilis sebesar 1100,31 dan terbesar ketiga adalah Asystasia
gangetica sebesar 731,11. Gulma dengan INP tertinggi pada TM Remaja
adalah Cyperus brevifolius sebesar 1311,32. Terbesar kedua adalah
Alternanthena sessilis sebesar 1183,92 dan terbesar ketiga adalah Eleusine
indica 764,06. Gulma dengan nilai INP tertinggi pada TM Dewasa adalah
Oplimenus compositus sebesar 2957,37. Terbesar kedua adalah Ageratum
conyzides sebesar 1522,54 dan tertinggi ketiga adalah Alternanthena
sessilis sebesar 330,28. Gulma dengan nilai INP tertinggi pada TM Tua
adalah Oplimenus compositus sebesar 5135,37. Terbesar kedua adalah
Cyperus brevifolius sebesar 1838,95 dan terbesar ketiga adalah Arum
hygrophilium sebesar 1412,65.
