IDENTIFIKASI GULMA PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) DI KEBUN KARET INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA MEDAN
Abstract
Tanaman karet (Hevea brasilensis) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai
ekonomis tinggi. Getah yang dihasilkan oleh tanaman asal Brasil ini, dapat diolah
menjadi lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak) atau karet remah (crumb
rubber), merupakan bahan baku bagi industri hilir. Identifikasi gulma serta
pengenalan jenis gulma dominan merupakan langkah awal dalam menentukan
pengendalian gulma agar lebih efektif. Salah satu cara yang biasa digunakan adalah
dengan melakukan analisis vegetasi gulma. Analisis vegetasi gulma adalah suatu
cara yang digunakan untuk mempelajari komposisi, jenis gulma, dan struktur
vegetasi atau kelompok gulma yang mendiami suatu wilayah
Penelitian dilakukan di areal perkebunan karet Institut Teknologi Sawit Indonesia
(ITSI). Pada bulan Desember 2023 sampai Januari 2024. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode survey lapangan yang akan dilaksanakan pada
tingkat vegetasi tempat yang berbeda.
Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa Komposisi jenis dan jumlah individu gulma
di perkebunan karet Institut Teknologi Sawit Indonesia Medan yaitu 735 individu,
37 jenis gulma dan 13 famili. Jumlah individu Asystasia gangetica paling banyak
(128 individu) dan Emilia sonchifolia paling sedikit (5 individu). Struktur gulma
yang dominan di perkebunan karet Institut Teknologi Sawit Indonesia Medan
adalah gulma jenis Asystasia gangetica dengan nilai INP 17.30 Indeks dominansi
di perkebunan karet Institut Teknologi Sawit Indonesia Medan memiliki kriteria
rendah dan Indeks keanekaragaman di perkebunan karet Institut Teknologi Sawit
Indonesia Medan memiliki kriteria tinggi
