| dc.description.abstract | Peningkatan kebutuhan pulp sebagai pembuatan tisu terus mengalami kenaikan,
seiring berjalannya waktu ketersediaan pulp batang kayu mengalami keterbatasan
kesediaannya. Sehingga diperlukan alternatif bahan baku dalam pembuatan pulp.
Limbah batang kelapa sawit belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal batang
kelapa sawit mengandung selulosa yang cukup tinggi yaitu mencapai 51,58% pada
bagian pangkal batang kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh waktu perebusan terhadap pembuatan tisu, mengetahui pengaruh
konsentrasi NaOH terhadap pembuatan tisu dan mengetahui kombinasi perlakuan
terbaik antara perlakuan waktu perebusan dan konsentrasi NaOH terhadap
pembuatan tisu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia dan fisika Institut
Teknologi Sawit Indonesia. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–
Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu penggunaan variasi konsentrasi NaOH
15%, NaOH 20% dan NaOH 25%, serta waktu perebusan 90 menit, 120 menit dan
150 menit dengan ulangan sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan kombinasi perlakuan antara waktu perebusan dan konsentrasi NaOH
berpengaruh sangat nyata terhadap parameter amatan gramatur (40,00 m/g); dan daya serap (25,83 mm); serta berpengaruh nyata terhadap parameter mudah hancur
(59,83 detik). Untuk pengujian parameter kualitatif dari hasil penelitian diperoleh
tisu dengan penampakan sesuai SNI yaitu kategori bersih dan tidak berlubang. | en_US |