PENGARUH PENGATURAN SISTEM ANCAK TERHADAP KECEPATAN PANEN ANGKUT TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI AFDELING-I INTI KEBUN SEI BUATAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V
View/ Open
Date
2022Author
Tarigan, Agung Friady
Pembimbing
Zulham Effendi , Arief Setiawan Sutanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengaturan Sistem Ancak Panen di lapangan memiliki peran yang sangat penting
dalam manajemen panen terutama pada proses panen kelapa sawit. Pengaturan
sistem ancak panen diterapkan agar memudahkan dalam pengawasan pekerjaan
panen dan pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, sehingga dapat
melancarkan pengantaran TBS dari lapangan ke PKS. Hal ini akan
menguntungkan perusahaan perkebunan dalam mengoptimalkan manajemen
panen angkut (PAO) serta meminimalisir terjadinya buah restan.
Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling-I inti kebun Sei Buatan PT. Perkebunan
Nusantara V. Waktu Penelitian selama 3 bulan, dimulai dari bulan Juli sampai
bulan September 2022, dengan menggunakan Rancangan Ancak Kelompok
(RAK) nonfaktorial. Perlakuan pada penelitian ini adalah sistem ancak yang
terdiri dari 3 taraf, diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 9 unit percobaan.
Parameter yang diamati adalah kecepatan panen per Ha, kecepatan evakuasi
tandan buah segar, dan kecepatan angkutan tandan buah segar. Data yang
diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range
Test) dan analisis of varience (ANOVA) dengan uji beda nyata 5%
Hasil penelitian bahwa pengaturan sistem ancak giring murni menunjukkan hasil
terbaik dan kecepatan tercepat. Pada kecepatan panen per Ha TBS memiliki ratarata
waktu 61.11 menit, kemudian pada kecepatan evakuasi per Ha TBS memiliki rata-rata waktu 88,88 menit, dan untuk kecepatan angkut TBS memiliki rata-rata waktu 85,8 menit. Sehingga pengaturan sistem ancak giring murni dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pengawasan panen, memudahkan dan mempercepat pengangkutan TBS di perkebunan kelapa sawit.
