DINAMIKA CURAH HUJAN, HARI HUJAN DAN DEFISIT AIR DIKAITKAN DENGAN PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TAHUN TANAM 1994 -1999 DI KEBUN BUKIT SENTANG
Abstract
Curah hujan adalah salah sumber air utama di perkebunan kelapa sawit dan faktor
yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan, hari hujan dan
defisit air terhadap produksi kelapa sawit, penelitian ini dilakukan di Pusat
Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di kebun Bukit Sentang, kecamatan Babalan,
Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi dan korelasi dengan
menggunakan SPSS 25. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bentuk
hubungan curah hujan, hari hujan dan defisit air terhadap produksi, sedangkan
analisis korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara
curah hujan, hari hujan dan defisit air terhadap produksi kelapa sawit.
Curah hujan, hari hujan dan defisit air berpengaruh sangat nyata terhadap
peningkatan produksi tahun 2020 bulan ke 21, 23, 25, 26, 33, 39, 44, 45 dan 46
dengan nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan besarnya hubungan variabel
curah hujan, hari hujan dan defisit air terhadap variabel produksi sebesar 79%,
88%, 85%, 87%, 80%, 73%, 85%, 91%, dan 72%. Koefisien determinasi (R) menandakan bahwa 63%, 77%, 72%, 76%, 65%, 53%, 72%, 83%, dan 53% dengan nilai regresi sebesar y = -545,422+4,777x1+75,666x2-19,405x3 yang dapat diartikan bahwa setiap peningkatan 1 satuan curah hujan maka akan meningkatkan produksi sebesar 4,777 kg, Pada peningkatan 1 satuan hari hujan maka produksi akan meningkat sebesar 75,666 kg dan pada peningkatan 1 satuan defisit air maka produksi akan menurunkan sebesar 19,405 kg.
