| dc.description.abstract | Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang rentan terhadap serangan hama
ulat api, yang dapat menurunkan produktivitas tanaman secara signifikan.
Penggunaan pestisida kimia memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan
organisme non-target, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih
ramah lingkungan. Cordyceps militaris merupakan cendawan entomopatogen yang
berpotensi sebagai agen hayati untuk pengendalian hama ulat api. Efektivitas jamur
ini sangat dipengaruhi oleh jenis media tumbuh dalam proses perbanyakan,
sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi media terbaik guna mendukung
pertumbuhan dan ketersediaan Cordyceps militaris sebagai agen pengendali hayati
di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media
yang paling efektif dalam perbanyakan isolat jamur Cordyceps militaris.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Laras PT. Perkebunan Nusantara IV Regional
II dan Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia. Penelitian ini dilakukan
selama 6 bulan yaitu mulai dari bulan November 2024 hingga April 2025.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial
dengan lima perlakuan dan empat ulangan dengan analisis menggunakan Analysis
of Variance (ANOVA). Perlakuan terdiri dari lima jenis media tumbuh, yaitu
jagung pipil (M1), tandan kosong kelapa sawit (M2), dedak (M3), pelepah kelapa
sawit (M4), dan serbuk batang kelapa sawit (M5). Apabila hasil analisis
menunjukkan perbedaan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan pada
taraf 5%. Parameter yang diamati meliputi morfologi makroskopis dan mikroskopis
jamur Cordyceps militaris, diameter koloni pada media PDA dan masing-masing
media tumbuh, serta perubahan berat media sebelum dan sesudah diinokulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Media M3 (dedak) menjadi media yang
paling efektif dengan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertambahan
diameter koloni Cordyceps militaris dengan diameter sebesar 4,48 cm. | en_US |