EFEKTIVITAS PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisa plana) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI KEBUN TANJUNG BERINGIN P.T LANGKAT NUSANTARA KEPONG
View/ Open
Date
2025Author
Imran, Ali
Pembimbing
Megawati Siahaan, Henry Budi Hasibuan
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman
penghasil CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil) menjadi salah satu
primadona tanaman perkebunan untuk dikembangkan dengan tujuan komersial.
Kebutuhan dunia terhadap minyak sawit semakin hari semakin meningkat seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk. Dari beberapa tehknik pengendalian diharapkan
injeksi batang ini dapat memberikan solusi yang baik untuk mengendalikan ulat
kantong dikarenakan mempunyai beberapa kelebihan yaitu berupa efektivitasnya
yang tinggi, pengurangan residu rendah. Sehubungan dengan itu penelitian ini
penting dilakukan untuk memberikan informasi efektivitas pengendalian Metisa
plana dengan penggunaan insektisida yang diaplikasikan secara injeksi batang.
Tujuan penelitian ini di laksanakan untuk mengetahui, efektifitas pengendalian
hama ulat kantong (Metisa plana) dengan menggunakan sistem Injeksi Batang, di
Kebun Tanjung Beringin P.T Langkat Nusantara Kepong. Penelitian ini Saya
lakukan di Kebun Tanjung Beringin. PT. Langkat Nusantara Kepong (PT. LNK)
yang beralamat di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera
Utara. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Apri sampai 07 Mei 2025. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Sistem
injeksi batang efektif menurunkan populasi ulat dengan tingkat mortalitas mencapai 85%
pada 14 hari dan mendekati 100% pada 21 hari setelah aplikasi. Sistem injeksi batang
mampu memutus siklus hidup hama, terbukti dengan tidak ditemukannya fase pupa pada
hari ke 21. Metode ini dapat diterapkan di perkebunan kelapa sawit sebagai alternative
pengendalian hama yang praktis, efisiensi dan berkelanjutan.
