• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) MASYARAKAT DI DESA SECURAI SELATAN, KECAMATAN BABALAN, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA

    Thumbnail
    View/Open
    Reynaldy Pradana.pdf (2.011Mb)
    Date
    2024
    Author
    Pradana, Reynaldy
    Pembimbing
    Aulia Juanda Djaingsastro, Hardy Wijaya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang dilaksanakan pada dua areal yaitu TM 2 (Tahun Tanam 2019) dan TM 14 (Tahun Tanam 2010) dengan metode observasi langsung. Penelitian ini telah dilaksanakan di desa Securai Selatan, Kec. Babalan, Kab. Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2024. Hasil dari penelitian dan pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa di areal TM 2 (Tahun Tanam 2019), gulma yang paling dominan adalah Paspalum cojugatum dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 119%. Dengan jumlah individu mencapai 1001 yang tersebar di 9 plot dari 12 plot, Paspalum conjugatum memiliki kerapatan tertinggi sebesar 183,42 dan frekuensi relatif 56%, kemudian diikuti Cynodon dactylon merupakan spesies gulma yang mendominasi kedua setelah Paspalum conjugatum. Spesies ini memiliki nilai INP sebesar 38%. Sementara itu, jenis gulma Imperata cylindrica merupakan gulma yang mendominasi ketiga dengan memperoleh nilai INP sebesar 19%. Sedangkan di areal TM 14 (Tahun Tanam 2010), Paspalum conjugatum merupakan gulma yang paling dominan dengan INP sebesar 77%. Dengan jumlah individu sebanyak 1.735 yang tersebar di 9 plot dari 12 plot, Paspalum conjugatum memiliki kerapatan relatif sebesar 49% dan frekuensi relatif 28%. Kemudian diikuti jenis gulma Asystasia gangetica yang merupakan spesies dengan INP tertinggi kedua setelah gulma Paspalum conjugatum dengan memperoleh INP sebesar 28%. Sementara itu, Cynodon dactylon merupakan spesies yang mendominasi ketiga dengan memiliki nilai INP sebesar 23%.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/318
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI