• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF AMONIUM GLUFOSINAT DAN METIL METSULFURON TERHADAP PENGENDALIAN GULMA KALAKAI (Stenochlaena palustris) DI LAHAN GAMBUT PT. TUNGGAL MITRA PLANTATION

    Thumbnail
    View/Open
    Andika Putra BDP_sudah.pdf (7.663Mb)
    Date
    2025
    Author
    Manurung, Andika Putra
    Pembimbing
    Sulthon Parinduri, Friska Anggraini Barus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    ada tanaman kelapa sawit masalah yang paling mengganggu adalah adanya keberadaan gulma pada tanaman utama. Salah satu gulma yang tumbuh cepat pada tanaman kelapa sawit menghasilkan adalaha gulma kelakai (Stenochlaena palustris). Pengendalian gulma kelakai di perkebunan kelapa sawit dapat dilakuakan dengan teknik kimiawi menggunakan herbisida berbahan aktif Amonium Glufosinat dengan Metil Metsulfuron guna untuk menjaga dan merawat areal kebun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan herbisida Amonium Glufosinat dengan Metil Metsulfuron Terhadap pengendalian gulma kelakai (Stenochlaena palustris). Penelitian dilaksanakan di Divisi I PT. Tunggal Mitra Plantation pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan berbahan aktif Amonium Glufosinat dicampur Metil Metsulfuron dengan perlakuan 4 taraf yaitu G0 (Tanpa Herbisida), G1 3 ml Amonium Glufosinat + 0.04 gr Metil Metsulfuron/L air, G2 4 ml Amonium Glufosinat + 0.05 gr Metil Metsulfuron/L air dan G3 5 ml Amonium Glufosinat + 0.06 gr Metil Metsulfuron/L air. Hasil penelitian penunjukkan Pelakuan hebisida berbahan aktif yang tebaik adalah dengan dosis G3 5 ml Amonium Glufosinat + 0.06 gr Metil Metsulfuron/L air dengan hasil tingkat keracunan sebesar 100% dan tingkat mortalitas 95,53% selanjutnya diikuti oleh perlakukan G2 sebesar 95,31% dan perlakuan G1 sebesar 91,06 % dan ketiga dari perlakuan tersebut berbeda tidak nyata.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/33
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI