| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas minyak yang dihasilkan dari TKKS melalui dua metode sterilisasi yang berbeda, yaitu sistem rebusan horizontal dan sistem rebusan vertikal. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, asam lemak bebas (ALB), dan kandungan tokoferol. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Bengkel Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan pada Institut Teknologi Sawit Indonesia, PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II PKS Dolok Ilir, PKS Pabatu, dan analisis laboratorium di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rebusan vertical menghasilkan rendemen lebih tinggi sebesar 2,4% dibanding sistem horizontal sebesar 2,0%. Namun parameter kadar air diperoleh nilai p dua-arah sebesar 0,054 (>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara sistem rebusan horizontal dan vertikal. Pada parameter asam lemak bebas (FFA), nilai p dua-arah sebesar 0,264 (>0,05) juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan, meskipun rata-rata FFA pada sistem horizontal lebih rendah (1,58%) dibandingkan dengan sistem vertikal (2,33%). Selanjutnya, pada kandungan tokoferol diperoleh nilai p dua-arah sebesar 0,886 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua sistem, walaupun kandungan tokoferol pada rebusan horizontal lebih tinggi (1405,67 ppm) dibandingkan dengan vertikal (933,52 ppm). Secara keseluruhan, meskipun perbedaan secara statistik tidak signifikan pada sebagian besar parameter, sistem rebusan horizontal tetap menunjukkan kecenderungan menghasilkan minyak dengan kualitas lebih baik karena memiliki kadar air dan FFA yang lebih rendah serta kandungan tokoferol yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem rebusan vertikal. | en_US |