| dc.description.abstract | Serbuk sari atau polen adalah alat reproduksi jantan yang terdapat pada tumbuhan
dan mempunyai fungsi yang sama dengan sperma sebagai alat reproduksi jantan
pada hewan. Tipe pollen trashing machine belum diketahui kinerja dan
efisiensinya dalam merontokkan polen kelapa sawit, sehingga perlu dibandingkan
dengan perontokan polen secara manual perlu dilakukan untuk mengetahui
penelitian lanjutan perbandingan kinerja pollen trashing machine dan cara manual
dalam merontokkan polen kelapa sawit, guna mendukung proses Assisted
pollination (aspol) dan teknik Hatch & carry.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pollen trashing machine (sebuk
bunga jantan anthesis) prototipe 1 dan prototipe 2 dibandingkan kinerja manual.
Metode pelaksanaan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah deskriftif
kuantitatif, yakni pengujian pada pollen trashing machine prototipe 1 dan
prototipe 2 dan dibandingkan dengan cara manual. Prototipe 1 dengan penggerak
motor DC menggunakan energi listrik, prototipe 2 dengan penggerak motor diesel
menggunakan energi bahan bakar solar, dan manual dengan tenaga penggerak
manusia. Penelitian dilaksanakan di Kebun Praktek Institut Teknologi Sawit
Indonesia (ITSI) Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian mulai Juli 2024-
Oktober 2024. ri hasil penelitian prototipe 1 waktu rata-rata 2 menit 30 detik/tandan, prototipe
2 waktu rata-rata 24 detik/tandan, dan manual 4 menit/tandan untuk setiap berat
tandan 2,03 kg, prototipe 2 dan prototipe 1 selisih 84%, prototipe 2 dan manual
selisih 90%, prototipe 1 dan manual selisih 37,5%. Prototipe 1 26 jumlah tandan
perjam, prototipe 2 326 jumlah tandan perjam, dan manual 15 tandan perjam
untuk setiap berat tandan 2,03 kg, prototipe 2 dan prototipe 1 selisih 92,02%,
prototipe 2 dan manual selisih 95,39%, prototipe 1 dan manual selisih 42,30%.
Prototipe 1 memiliki kapasitas 52,75 kg/jam, Prototipe 2 memiliki kapasitas
587,68 kg/jam dan manual 29,95 kg/jam dengan setiap berat tandan 2,03 kg,
prototipe 2 dan prototipe 1 selisih 91,02%, prototipe 2 dan manual selisih 94,90%,
prototipe 1 dan manual selisih 43,23%. Biaya operasional prototipe 1
Rp256,88/jam dan prototipe 2 Rp8.400,00/jam selisih 96,94%. Prototipe 2 paling
unggul dalam produktivitas, sementara prototipe 1 lebih hemat energi dan manual
memiliki efisiensi terendah. | en_US |