ANALISIS FINANSIAL TUMPANG SARI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) PADA AREAL TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
View/ Open
Date
2026Author
Wijaya, Roby Ade
Pembimbing
Delyana R. Pulungan,
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani tumpang sari tanaman semangka pada areal kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tumpang sari dipilih sebagai alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani selama masa TBM yang belum menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) namun tetap memerlukan biaya pemeliharaan. Semangka menjadi tanaman pilihan karena memiliki nilai ekonomi tinggi, masa panen cepat, dan tidak mengganggu pertumbuhan sawit muda. Dan penelitian ini dilaksanakan di Desa Rintis, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan selama tiga bulan. Data yang dikumpulkan meliputi biaya produksi, tenaga kerja, hasil panen, serta harga jual semangka. Analisis meliputi biaya total (TC), penerimaan (TR), keuntungan bersih, rasio R/C, dan titik impas (BEP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi sebesar Rp 5.318.333, sedangkan penerimaan mencapai Rp 9.727.800 dengan hasil panen sebanyak 3.138 kg. Keuntungan bersih yang diperoleh sebesar Rp 4.409.467 selama satu siklus tanam. Rasio R/C sebesar 1,83, menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan karena nilai R/C > 1. Titik impas tercapai pada produksi 1,715 kg atau pada harga jual Rp 1.695/kg, sehingga usaha masih sangat aman terhadap fluktuasi pasar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa budidaya semangka sebagai tanaman sela pada areal TBM kelapa sawit sangat layak diusahakan, baik sebagai tambahan pendapatan maupun sebagai upaya optimalisasi lahan. Sistem tumpang sari ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pemanfaatan lahan TBM secara produktif dan efisien.
