ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) SEBAGAI TANAMAN SELA PADA KEBUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) RAKYAT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, kelayakan usaha (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP) usahatani jagung sebagai tanaman sela pada kebun kelapa sawit Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian dilakukan karena selama masa TBM kelapa sawit belum menghasilkan pendapatan, sedangkan petani tetap harus mengeluarkan biaya pemeliharaan.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi terhadap 10 petani yang menerapkan sistem tumpang sari jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petani membudidayakan jagung secara manual menggunakan benih Pioneer P32 pada lahan jagung seluas 10 hektar di areal sawit TBM seluas 20,5 hektar. Biaya produksi terbesar berasal dari kegiatan pemeliharaan, terutama pemupukan. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan tambahan pendapatan yang menguntungkan. Nilai R/C Ratio yang umumnya lebih dari 1 menunjukkan bahwa usaha tani layak dijalankan, sedangkan hasil BEP membuktikan bahwa produksi dan harga jual jagung telah melebihi titik impas.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penanaman jagung sebagai tanaman sela pada kebun kelapa sawit TBM merupakan alternatif yang layak untuk meningkatkan pendapatan petani, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, mengurangi pertumbuhan gulma, serta tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit.
