KOMPARASI BIAYA PEMBUATAN LUBANG TANAM MENGGUNAKAN HOLE DIGGER DAN MANUAL DI KEBUN BAKRIE SUMATERA PLANTATION
View/ Open
Date
2026Author
Handoyo, Nur Dwi
Pembimbing
Nurkhotimah Sinaga
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun PT Bakrie Sumatera Plantation pada September hingga Desember 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pencatatan data di lapangan, meliputi waktu pembuatan lubang tanam, jumlah dan biaya tenaga kerja, konsumsi dan biaya bahan bakar, realisasi pembuatan lubang tanam, serta produktivitas kerja menggunakan metode hole digger dan manual. Data biaya dihitung berdasarkan komponen biaya tenaga kerja dan bahan bakar, kemudian dibandingkan dengan target yang tercantum dalam RKAP. Selanjutnya, data waktu, biaya, dan produktivitas dari kedua metode dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perbedaan efisiensi pelaksanaan pembuatan lubang tanam di lapangan.
Metode manual menghasilkan 17.371 lubang pada areal 134 ha dengan total biaya Rp108.595.000, sedangkan hole digger menghasilkan 20.054 lubang pada areal 154,49 ha dengan total biaya Rp120.142.553. Biaya per lubang tanam manual sebesar Rp6.254, sedangkan hole digger Rp5.990. Berdasarkan biaya dan efektivitas kerja, hole digger lebih unggul dengan biaya Rp5.990/lubang dan Rp777.672/ha, produktivitas sekitar 1.200 lubang/hari, waktu 21 detik/lubang, serta kebutuhan tenaga kerja 1 HK/ha. Sementara manual membutuhkan Rp6.254/lubang, Rp810.410/ha, produktivitas 134 lubang/hari, waktu 25 menit/lubang, dan 7 HK/ha. Secara keseluruhan, hole digger lebih efektif dan efisien dibandingkan metode manual karena menghasilkan lebih banyak lubang dengan biaya per lubang dan per hektar lebih rendah, waktu pengerjaan lebih singkat, produktivitas lebih tinggi, serta kebutuhan tenaga kerja lebih sedikit
