PENGARUH PEMBERIAAN AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM UNTUK PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY
Abstract
. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan ampas kelapa sebagai campuran media tanam tanah top soil. Faktor perlakuan ampas kelapa yang digunakan sebagai campuran media tanam (M) yang terdiri atas lima taraf perlakuan, yaitu: M0 = Kontrol + Top Soil (100%), M1 = Top Soil + Ampas kelapa (90% : 10%), M2 = Top Soil + Ampas kelapa (80% : 20%), M3 = Top Soil + Ampas kelapa (70% : 30%), M4 = Top Soil + Ampas kelapa (60% : 40%). Penelitian menggunakan 5 ulangan, dengan 6 tanaman per plot sehingga tanaman seluruhnya sebanyak 150 tanaman. Hasil analisis data yang signifikan dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (DMRT) pada ɑ=5%. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai), total luas daun (cm). Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan ampas kelapa yang belum terdekomposisi dengan sempurna (matang) sebagai campuran media tanam dapat memberi respon pertumbuhan vegetatif yang menurun (negatif) pada bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery.
